JOGJA – Ilmu merupakan salah satu kunci untuk meraih kebahagiaan keluarga. Semakin banyak ilmu yang dimiliki maka semakin besar peluang terwujudnya sebuah keluarga bahagia.
Hal itu diungkapkan Ustad Awan Abdullah dalam kajian bertema Ketika Hati Rindu Menikah di kampus STAIMS Jogjakarta Jl Pringgokusuman Jogja kemarin (20/3). “Ilmu akan menjadikan suami dan istri lebih bijak menghadapi dinamika kehidupan,” ujarnya.
Ilmu atau pengetahuan mengenai pernikahan mestinya dimiliki sejak sebelum menikah. Dalam konteks Islam, kata dia, menikah tidak perlu melalui proses pacaran. “Tidak perlu pacaran. Menikah saja,” jelasnya.
Menurutnya, pacaran tidak menjamin terciptanya keluarga yang bahagia dan harmonis jika akhirnya pasangan itu benar-benar menjadi pasangan suami-istri. “Nggak ada yang jamin. Yang banyak terjadi, justru pasangan yang dulunya pakai tahap pacaran malah cerai. Pasangan yang tidak pacaran justru langgeng,” tegasnya.
Kunci lain untuk meraih keluarga bahagia adalah kepribadian yang baik. Suami atau istri jangan terlalu menuntut terhadap pasangan. Selain itu, berperilaku yang santun dan saling menghormati.
“Yang luwes saja. Luwes saat berkomunikasi dengan siapa saja. Termasuk mertua,” ujarnya.
Ustad Awan juga memberikan tips untuk para pemuda dan pemudi agar bisa menjadi menantu yang disayangi mertua. Dia menyarankan, setiap kali berkunjung ke rumah mertua biasakan untuk bersalaman dengan kedua tangan. Tundukkan badan dan cium punggung tangannya.
Cara itu juga mesti dilakukan terhadap orang tua kandung. “Biasa saja. Prigel, sregep. Yang penting adalah selalu berbuat baik. Berbuat baik itu mendatangkan kebahagiaan. Tak perlu khawatir dengan rezeki, pasti dicukupkan (oleh Tuhan),” jelasnya. (eri/ila)