TERUJI : Supardjiono dan Rumadi saat masih menempati posisi manajer dan asisten manajer dalam latihan Super Elang Jawa (Super Elja)(15/7).

  • Pemain PSS Terima Gaji Pertama

SLEMAN-Kekosongan manajemen di tubuh PSS Sleman belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Sebab, saat ini tidak ada satupun pihak yang benar-benar berkomitmen untuk mencari pengganti Supardjiono dan Rumadi di posisi manajer dan asisten manajer Super Elang Jawa (Super Elja).Bahkan tim kecil perumus PSS semula kencang menyuarakan reformasi manajemen selama Pardji berkuasa mulai muntir. Ketua tim kecil Khalis Purwanto bahkan enggan menanggapi pertanyaan- wartawan. Sedangkan yang lainnya menyerahkan kepada PT Putra Sleman Sembada (PT PSS).Salah satu anggota tim kecil, Hendricus Mulyono mengatakan saat ini tugas tim kecil sudah selesai. Pasalnya, saat ini pihaknya sudah sering berkomunikasi dan memberikan beberapa rekomendasi untuk Bupati Sleman Sri Purnomo serta PT PSS. “Pasalnya penunjukkan manajemen kan memang bukan ranah kami. Yang terpenting sekarang kami sudah memberikan beberapa rekomendasi pada PT dan bupati,” terangnya Rabu (19/3) lalu.Pria yang akrab disapa Mbah Mul itu mengatakan penunjukkan manajemen sepenuhnya sudah berada di tangan PT PSS. Secara pribadi Mbah Mul juga berharap agar PT PSS bisa segera mencari pengganti Supardjiono.Terkait sosok tepat untuk menjadi manajer PSS, Mbah Mul mengatakan tidak ada orang yang lebih pantas daripada Pardji. Untuk itu, dia sangat berharap Pardji mau untuk kembali mengurus PSS setidaknya hingga semusim ke depan,”Tugas sebagai manajer sangat berat, saya pernah mengalami itu. Untuk itu saya berharap Pak Pardji mau kembali menjadi manajer,” tandasnya.Ketua Umum (Ketum) Slemania Supriyoko enggan menanggapi kinerja tim kecil yang terkesan tidak tuntas. Baginya, saat kompetisi sudah di ambang pintu, bukan waktunya bagi semua pihak untuk saling menyalahkan.Yoko pun berharap Pardji mau melupakan rasa sakit hatinya dengan kembali menjadi manajer PSS. Jika keadaan begini terus, Yoko khawatir mimpi PSS berlaga di Indonesian Super League (ISL) sirna.Pelatih Sartono Anwar juga mengeluhkan kekosongan di tubuh manajemen. Menurutnya, tanpa manajemen PSS bakal kesulitan untuk menyelesaikan masalah yang menimpa.”Seperti ada bentrokan suporter di Cilacap. Kalau tidak ada manajemen siapa coba yang mau menyelesaikan masah ini. Karena itu kebutuhan manajemen memang sangat mendesak,” sergahnya.Namun meskipun kursi di manajemen kosong, PSS tetap menunjukkan jati diri mereka sebagai klub tertib administrasi. Kemarin, para pemain PSS yang sudah dikontrak akhirnya menerima gaji pertama.Bagi Sartono, hal ini tentu sangat bagus untuk persiapan PSS. Setidaknya bisa membuat pemain percaya hak-haknya terpenuhi. (nes/din)