Pihak kepolisian masih menyelidiki kecelakaan yang terjadi pada permainan jetcoaster di Taman Kyai Langgeng (TKL) Kota Magelang. Apalagi kecelakaan tersebut menyebabkan puluhan anak mengalami trauma dan luka-luka.
Penyelidikan dipimpin Kapolsek Magelang Tengah Polres Magelang Kota, AKP I Gede Suarti dan Kasatreskrim Polres Magelang Kota AKP Suyatno.
“Kami terus selidiki,” ungkap AKP I Gede, kemarin (20/3).
Dugaan sementara, kecelakaan terjadi karena permainan sudah tua, rusak, dan tidak layak dioperasikan.
Plt Direktur Utama TKL Kota Magelang, Edy Susanto menegaskan, wahana setinggi 8 meter dan panjang 60 meter itu memang berusia 17 tahun. Tetapi, ia mengklaim wahana permainan itu masih baik.
“Usia permainan memang sudah tua. Tetapi kami rutin melakukan perawatan. Terakhir, kami cek pada Januari 2014. Pada Hari Raya Lebaran tahun lalu, juga sempat dicek oleh teknisi luar dan kepolisian,” ungkap Edy.
Edy menolak, jika kecelakaan itu disebabkan kondisi permainan yang tidak layak.
“Murni musibah, tidak ada yang rusak. Hanya salah satu roda gerbong meleset keluar rel yang menyebabkan jetcoster berhenti mendadak saat menikung,” kata Edy beralasan.
Ia menegaskan, TKL bertanggungjawab atas pengobatan hingga perawatan para korban. Pascakecelakaan, 24 korban langsung dibawa ke RS Harapan, satu kilometer dari TKL. Hasilnya tujuh orang mengalami luka-luka. Selebihnya, hanya mengalami trauma.
Tahun ini, permainan jercoaster direncanakan diganti dengan permainan baru jenis roller-coaster oleh pihak ketiga. Selain jetcoaster, permainan bianglala juga direnovasi dan menjadi bianglala raksasa.
“Kami bekerja sama dengan pihak ketiga dalam mengganti jetcoaster menjadi roller-coaster. Semua komponen akan diganti yang baru. Jadi tidak tambal sulam. Pascakecelakaan, jatcoaster akan ditutup sampai drealisasi roller-coaster,” papar Edy.
Pengakuan Operator Jetcoaster, Heri, wahana itu tiba-tiba berhenti karena roda pada salah satu gerbongnya lepas dan anjlok dari rel. Akibatnya, enam gerbong berhenti mendadak saat berbelok di tikungan rel yang tajam. Akibatnya, beberapa rel yang terlihat rapuh, rusak, dan patah.
Jetcoaster baru pertama beroperasi hari ini. Saya sendiri tidak tahu mengapa bisa terjadi (kecelakaan, Red). Sebelumnya sudah dicek kok, ” ungkap Heri.
Kini, wahana itu ditutup dipasang garis polisi. Sejumlah polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelidiki pasti penyebab kecelakaan.(dem/hes)