SLEMAN- Penyelidikan penggunaan dana rehabilitasi dan rekonstruksi dampak erupsi Gunung Merapi senilai ratusan miliar menjadi tugas Kajari Sleman yang baru Nikolaus Kondomo SH MH. Nikolaus secara resmi menggantikan pejabat lama Jacob Hendrik P SH MH.
Selain kasus itu, kejari Sleman juga masih menyidik sedikitnya dua kasus yang cukup mendapat perhatian publik. Yakni dugaan penyelewengan pengadaan obat di RSUD Sleman dan penyimpangan APBDes Sendangrejo, Minggir.
Niko menyatakan siap meneruskan kebijakan yang telah ditempuh Hendrik. Mantan aspidsus Kejati Papua itu berharap bisa segera menyesuaikan diri dengan nuansa penegakan hukum di wilayah Sleman. “Sebagai orang baru, saya akan pelajari budaya dan karakteristik masyarakat,” kata Nikolaus dalam acara pisah sambut di Keraton Ballroom Hotel Royal Ambarrukmo, Rabu malam (19/3).
Selanjutnya, Hendrik pindah tugas menjabat asintel Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah di Semarang. Sejumlah prestasi ditinggalkan Hendrik untuk penerusnya. Tak hanya dalam sistem manajerial, tetapi juga penanganan perkara.
Hendrik menaruh harapan besar pada Niko untuk mempertahankan prestasi yang pernah diraih Kejari Sleman. Salah satunya penghargaan tertinggi Sidhakarya Adhyaksa 2013, di mana Kejari Sleman di bawah komando Hendrik mampu menjadi terbaik pertama se-Indonesia. Hendrik juga membidani terbitnya Sistem Informasi Kejari Sleman (Sikenes), yang menjadi pintu komunikasi aparat kejaksaan dengan publik.
Hendrik menyadari, untuk mempertahankan apa yang diraih bukan hal mudah. Tapi dia percaya Niko mampu melakukannya. “Dulu kami pernah tugas bersama. Pak Niko juga konsen dalam pemberantasan korupsi,” ujar Hendrik.
Hendrik berpesan agar Niko selalu menjalin sinergitas dengan pejabat di lingkungan Pemkab Sleman demi mencegah sekaligus meminimalisasi kemungkinan munculnya perkara korupsi. “Selama ini hampir semua permasalahan bisa segera tertangani berkat komunikasi lintas sektoral yang baik,” katanya.
Bupati Sleman Sri Purnomo berharap kajari baru bisa melakukan upaya strategis dalam penegakan hukum dengan mengedepankan prinsip keadilan. “Tugas di Sleman tentu cukup berat. Itu mengingat angka kriminalitas cukup tinggi,” katanya.(yog/din)