JOGJA-Kampanye gerakan mematikan lampu selama 60 menit di 60 titik di Kota Jogja akan menjadi puncak kegiatan earth hour, Sabtu malam (29/3) di Monumen Tugu dan Benteng Vredeburg.Kegiatan tersebut akan didukung semua intansi pemerintah dan pemilik hotel.
Koordinator aksi earth hour di Jogja Faizal Septian Putra mengatakan, gerakan tersebut sebagai penyadaran kepada masyarakat penghematan energi. Alasannya, selama ini banyak energi yang terbuang sia-sia karena minimnya kesadaran. Lewat earth hour diharapkan bisa mengedukasi. “Kampanye earth hour akan digelar di 29 Kota termasuk Jogja. Diharapkan gerakan ini akan menjadi gaya hidup,” terangnya usai melakukan aksi di depan Benteng Vredeburg kemarin (23/3).
Anggota earth hour di Jogja Ihsan Martasuwita menambahkan, selain gerakan mematikan lampu mereka juga membagikan 50 bibit pohon jenis mahoni kepada warga. “Tujuannya untuk menjaga bumi tetap seimbang,” tambahnya.
Seketaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIJ Deddy Pranawa Eryana memberikan dukunag positif terhadap gerakan earth hour ini. Menurutnya hampir semua hotel di DIJ akan ikut mengkampanyekan mematikan lampu selama 60 menit.
“Kegiatan positif sebagai edukasi kepada pemilik hotel dan masyarakat agar memperhatikan kesimbangan energi bumi. Saya berharap tidak hanya kampanye tetapi Jogjakarta dapat menjadi baromater gerakan earth hour tersebut,” kata Deddy.
PHRI DIJ sudah melakukan sosialisasi kepada seluruh pemilik hotel. Itu berlaku untuk hotel berbintang maupun nonbintang. “Kami akan mematikan lampu tetapi tidak semuanya, agar tidak mengurangi kenyamanan para tamu. Intinya semua pemilik hotel di DIJ mendukung gerakan ini,”jelasnya. (hrp/din)