*Masyarakat Diajak Hidup Sehat
JOGJA – Gaya hidup sehat dengan minum jamu tradisional dan pijat mulai ditinggalkan masyarakat. Mereka lebih akrab dengan obat-obatan.
Apalagi, semakin beragamnya obat-obatan dan mudah didapat. Karenanya, jamu dan pijat mulai tak tersentuh.
Kenyataan itu menjadi kepedulian salah satu calon legislatif (Caleg) DPRD DIJ dari PDI Perjuangan untuk daerah pemilihan (Dapil) DIJ I atau Kota Jogja, Eko Suwanto. Caleg incumbent yang masih menjabat anggota Komisi DPRD DIJ ini terguah untuk mengenal jamu dan pijat ke masyarakat.
“Saya berharap, jamu dan pijat tidak ditinggalkan masyarakat. Makanya, harus ada pembinaan yang berkelanjutan, agar jamu dan pijat ini bisa maju,” tegas Eko bersama caleg DPR RI Pulung Agustanto saat sosialisasi Pijat Ngunjuk Jamu di Kampung Nyutran, MG2/1449, kemarin (23/3).
Eko meneruskan, untuk berkembang, ia menginisiasi pembentukan koperasi bagi pedagang jamu dan tukang pijat. Langkah ini dilakukan agar mereka terkoordinasi dengan baik. Sehingga, mempermudah dalam memberi terobosan dalam pengembangan.
“Untuk bisa maju, persaudaraan harus diperkuat terlebih dahulu. Ini yang pertama kami lakukan bersama pedagang jamu dan pijat,” tegasnya.
Ia optimistis, jamu dan pijat bisa berkembang di Jogjakarta. Terlebih, kebiasaan masyarakat memilih meminum jamu dan pijat menjadi kebiasaan banyak orang.
“Tinggal dikembangkan dengan menyentuh anak muda,” imbuhnya.
Bersama puluhan tukang pijat yang menjadi binaan dari CD Bethesda Jogja, Eko menyapa warga agar berpartisipasi dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 9 April 2014. Warga di minta menggunakan hak suara untuk memilih wakil rakyat yang memiliki rekam jejak jelas.
Selain di Nyutran, kegiatan serupa juga dilakukan di Umbulharjo dan Pakualaman. Endro, ketua RW 3 Pakualaman mengaku senang bisa ikuti acara Jogja Sehat, Pijet dan Ngunjuk Jamu.
“Ini sangat positif, selain forum sosialisasi, kami bisa memperoleh ilmu baru terkait kelola kesehatan,” kata Iyut, sapaan akrabnya.
Data dari Asosiasi Pijat Tradisional Jogja menyebut ada 500-an produsen jamu tradisional dan 1000-an orang pemijat yang sudah didata.(eri/hes)