PATUK – Kecelakaan lalu-lintas terjadi di dua wilayah kecamatan di Gunungkidul. Tidak ada korba jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun demikian, akibat kejadian itu, lima orang korban harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka serius.
Informasi yang dihimpun Radar Jogja, kecelakaan pertama terjadi di jalur utama Jogja-Wonosari, tepatnya di Patuk, Patuk, Patuk kemarin (23/3). Sepeda motor Honda Supra nopol AB 3206 SQ yang dikendarai Eko Wahyudi, 44, dan Warni Tresno, 65, menabrak Toyota Avansa nopol AB 1023 LD dengan pengemudi Camat Ngawen, Edy Basuki, 46.
Sebelum kejadian, pesepeda motor melaju dari arah Jogja menuju Wonosari. Sesampai di TKP, Eko berusaha menyalip Mistubishi Pick Up di depannya. Hanya saja, roda duanya menyenggol bak kendaraan tersebutsehingga oleng.
Nahas, dari arah berlawanan muncul Toyota Avansa sehingga kecelakaan tidak dapat dihindarkan. Pesepeda motor terpental dan mengalami luka serius di bagian kepala. Eko langsung dilarikan ke RS Muhammadiyah Jogjakarta sementara Warni dibawa ke RS Hidayatullah Jogjakarta.
“Diduga, pemicu kecelakaan karena pengemudi sepeda motor kurang berhati-hati. Korban menyalip tanpa memperhatikan jarak,” kata Kapolsek Patuk, Kompol Tri Pujo Santoso.
Di lokasi berbeda, tepatnya simpang tiga Baron, Desa Kemadang, Tanjungsari warga Kemadang, Tanjungsari, Dani Nur Cahyono, 23, pengendara Yamaha Vega nopol AB 3399 KW bertabrakan dengan Honda Vario AB 6214 QJ yang dikendarai Nur Indra Yusuf, 20, dan Siti Manarul Haidaroh, 19,.
Kcelakaan terjadi karena sepeda motor Honda Vario hendak menyalip bus pariwisata ke arah pantai Baron. Sial, dari arah berlawanan muncul kendaraan Yamaha Vega yang dikendarai Dani sehingga kecelakaan tidak terhindarkan. Ketiga korban langsung terkapar dengan luka di bagian muka.
“Ketiga korban langsung dilarikan ke RSUD menggunakan ambulans,” kata petugas piket Polsek Tanjungsari, Bripka Imam.
Atas kejadian ini pihaknya mengimbau pengguna jalan khususnya yang belum menguasai medan untuk lebih berhati-hati saat melintas di kawasan wisata pantai di Gunungkidul. Sebab, selain jalan sempit, jalurnya berkelok dan banyak tanjakan. (gun)