JOGJA – Aksi nyata peduli kebersihan lingkungan ditunjukkan sejumlah pelajar di Kota Jogja. Itu bermula dari niat mereka untuk turut menjaga kebersihan Kota Jogja.
Para pelajar SMA dan SMK itu memungut sampah di berbagai tempat. Bahkan, mereka ikhlas menyumbangkan uang saku pribadinya sebesar Rp 10 ribu untuk membeli kantong plastik sampah guna mendukung program ini.
Gerekan mereka itu diberi nama Friendship. Gerakan ini terdiri para pelawan dari kalangan pelajar untuk membersihkan kota dari sampah.
Kemarin (23/3) mereka menyasar sampah yang ada di kawasan Malioboro. Tepat nya di sekitar Titik Nol Kilometer. Mereka mengumpulkan sampah dalam 24 kantong plastik.
“Relawan pelajar bersih-bersih Kota Jogja kami beri nama Friendship. Ini sebagai bentuk menjalin persahabatan dengan pelajar berbeda sekolah. Wadah ini menjadi bentuk gerakan menjaga kebersihan Kota Jogja,” terang Haris Pramuditha, pelajar kelas 11 SMK Industri Jogja usai bersih-bersih sampah di depan Benteng Vredeburg Jogja.
Haris mengaku kegiatan bersih-bersih kemarin merupakan kali ketiga yang dilakukan kelompoknya. Mereka berharap kiprah semacam ini dapat menjadi contoh bagi pelajar tingkat SD sampai SMP di Kota Jogja. Bahkan, dapat ditiru para pelajar di daerah lain.
“Adanya gerakan Friendship ini untuk lebih mengenal satu sama lain dengan pelajar sekolah lain di Kota Jogja,” ungkapnya.
Siswi kelas 10 SMK Taman Siswa Jetis, Elizabet Widianingrum, berharap gerakan Friendship bisa diikuti pelajar lain. Menurutnya, dana untuk gerakan bersih-bersih kota ini berasal dari sumbangan para pelajar yang tergabung dalam kelompok.
“Sampah hasil bersih-bersih kita taruh di tempat pembuangan sampah terdekat. Untuk mengelola, kami belum sampai misalnya untuk membuat kerajinan maupun pupuk. Karena kan keterbatasan waktu dan personel,” kata Elizabet.
Dia mengaku para anggota Friendship tidak keberatan mengeluarkan uang saku pribadi untuk membeli kantong plastik sampah. Relawan Friendship akan terus melakukan sosialisasi kepada seluruh pelajar di Kota Jogja agar mengikuti gerakan menjaga kebersihan lingkungan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jogja Edy Heri Suasana mengatakan, gerakan bersih-bersih Kota Jogja yang digagas pelajar itu layak diapresiasi. Menurutnya, kegiatan semacam ini merupakan wadah bagi pelajar di Kota Jogja yang dibentuk atas kesepakatan pelajar dengan dinas.
Sejauh ini, kata dia, aksi sosial yang dibangun para pelajar mendapatkan dukungan dari dinas. “Mereka ikhlas mengeluarkan biaya dari uang sakunya untuk membeli kantong plastik. Dalam waktu dekat kami akan meminta bantuan kepada pemkot soal kantong plastik sehingga biaya uang saku para pelajar bisa dimanfaatkan yang lain,” ujarnya. (hrp/amd)