PURWOREJO – Sejumlah pedagang di Terminal Induk Purworejo mengeluhkan kondisi terminal yang masih saja sepi. Beberapa di antara mereka memilih menutup usahanya. Ada juga yang menjual kios tempat usaha dan berganti profesi.
Ari, 38, seorang pekerja di terminal mengungkapkan, ada beberapa hal yang menyebabkan Terminal Induk Purworejo sepi. Salah satunya, semua orang memiliki sepeda motor dan menurunkan minat masyarakat pengguna jasa transportasi bus. Selain itu, harga tiket kereta api (KA) Prameks yang jauh lebih murah, sehingga masyarakat beralih menggunakan jasa angkutan ular besi itu. Selain itu, ia menilai ketegasan petugas masih kurang.
“Sepeda motor kini mudah dimiliki, tanpa jaminan pun seseorang bisa kredit. Belum lagi tiket KA yang murah. Sementara masih banyak bus yang memilih ngetem di luar terminal,” ungkapnya.
Menurut Ari, ledakan populasi sepeda motor dan murahnya tiket kereta api adalah kenyataan yang sulit ditampik. Namun, aturan yang menyatakan seluruh armada bus harus masuk terminal bisa diupayakan.
“Aturan bus dan armada dilarang menaikkan atau menurunkan penumpang di luar terminal atau tepi jalan raya. Jika masih ada harus ditindak tegas. Karena itu salah satu faktor yang menyebabkan sepinya terminal,” katanya beralasan.
Penjual tiket bus antarkota antarporvinsi (AKAP) Kardinal, 40 mengatakan, sepinya terminal tidak begitu berpengaruh dengan calon penumpang yang ingin membeli tiket.
“Kalau saya tak begitu masalah. Hanya kasihan dengan para pemilik kios dan pedagang asongan. Juga mandor bus yang penghasilannya tergantung sepi atau ramainya terminal,” ungkapnya.(tom/hes)