WATES – Berhati-hati jika menuang bensin, jika tak ingin bernasib seperti Raliyam Adi Wiyono ,49, warga Dobangsan, Giripeni, Wates yang rumahnya terbakar, kemarin (23/3) pagi. Ya, Raliyam yang menuang bensin berdekatan dengan nyala api lilin ini, spontan membakar rumahnya. Meski tak ada korban jiwa, kerugian materi mencapai puluhan juta rupiah.
Informasi yang dihimpun, kejadian itu bermula saat Raliyam sedang menuang bensin dari drum kedalam ember menggunakan gayung. Saat bersamaan, ia tak menyadari jika lilin penerang aruman (tradisi kubur plasenta) cucunya menyala dengan jarak yang terlalu dekat. Karena jarak yang begitu dekat, sehingga memudahkan percikan bensin menyentuh api di lilin. Sampai akhirnya kebakaran tak terhindarkan.
Api mulai menyambar ke seluruh bagian dapur rumahnya. Ia pun berusaha memadamkan api yang kian menyebar. Raliyam tak kuasa memadamkan api karena sudah terlalu besar. Upayanya itu tak membuahkan hasil, hingga betis kanannya terkena api sampai melepuh.
“Jarak dengan lilin sekitar satu meter. Biasanya juga nggak apa-apa, kok sekarang malah kebakaran,” kata Raliyam dirumahnya.
Tak kuasa memadamkan api, ia pun meminta tolong kepada warga setempat untuk memadamkan apinya. Beramai-ramai warga memadamkan apiyang berada di bagian atap. Secara perlahan, api bisa dipadamkan. Namun nahas, sepeda motor miliknya hangus terbakar, sehingga ia harus menderita kerugian sekitar Rp 15 juta.
“Beruntung saya bisa selamat. Ada 7 tabung gas elpiji ukuran 3 kg, tapi kosong tidak ada gasnya. Nggak habis pikir, jika ada gasnya mau jadi apa,” lanjutnya.
Sementara itu Kepala Desa Giripeni, Priyanti mengungkapkan, atas kejadian yang menimpa Raliyam, pemerintah desa pun telah menyerahkan bantuan. Bantuan itu berupa alat-alat dapur untuk meringankan beban korban.
Kejadian ini juga menarik perhatian Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo. Setelah mengetahui informasi ada salah satu rumah warganya terbakar, ia langsung mendatangi lokasi yang dimaksud. Hasto menyerahkan bantuan dari Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Kulonprogo.
“Bantuan dari Pemerintah Kulonprogo ini berupa alat-alat dapur, panci, dan sembako,” kata Hasto. (fid/iwa/rg)