SENTOLO – Menjelang Pemilu Pileg 9 April 2014 ini, seluruh Umat Gereja Kristen Jawa (GKJ) di Kulonprogo diminta untuk memberikan hak suaranya dengan baik dan benar, serta bertanggungjawab. Hal itu berkaitan dengan nasib bangsa ke arah yang lebih baik.
Ketua Badan Pelaksana Klasis (Bapelklas) Kulonprogo Bidang Keesaan dan Visitasi Pendeta Aris Kristian Widodo menjelaskan, Pemilu 2014 nanti menjadi salah satu momentum untuk menentukan masa depan bangsa. Selain itu, agar umat Kristiani terutama GKJ dapat menentukan pilihan dengan cerdas, bertanggungjawab sesuai landasan Kristen dan tidak bersikap ekslusif.
“Kami selama ini prihatin jika NKRI dan demokrasi hancur karena umat-umat beragama eksklusif hanya memilih golongan tertentu tanpa dilandasi rasa tanggung jawab apakah itu tepat, cocok, atau tidak,” kata Aris disela-sela sarasehan Persiapan Warga GKJ Dalam Menghadapi Pemilu di GKJ Kalipenten, Kaliagung, Kecamatan Sentolo, kemarin (23/3).
Acara yang diselenggarakan Badan Pelaksana Klasis (Bapelklas) Kulonprogo Bidang Keesaan dan Visitasi ini juga mengharapkan agar Jemaat mampu membangun nasionalisme dan jiwa kebangsaan yang baik. Sehingga nantinya dapan melihat kedepan mengenai masa depan bangsa secara menyeluruh.
Lebih jauh ia menambahkan, sarasehan ini bertujuan sebagai pembekalan kepada Jemaat untuk dapat menggunakan hak pilihnya dengan cerdas dan bijaksana, serta bertanggung jawab. Sikap itu dilandasi dengan iman Kristen. Sehingga perilaku semacam itu, bisa menghasilkan pemahaman politik berwawasan kebangsaan.
“NKRI ini sudah rusak, jangan dirusak terus menerus harus diperbaiki. Umat agama apapun harus dibangun menjadi umat yang terbuka yang berwawasan secara nasional,” tegasnya.
Adapun acara sarasehan diikuti sekitar 200 peserta dari gereja se Kabupaten Kulonprogo. Sedangkan narasumber yang hadir, diantaranya Sri Bayu Selaadi aktivis politik serta kepala divisi di Usaha Peningkatan Kesehatan Masyarakat (UPKM)/CD RS Bethesda Jogjakarta. Lalu Pendeta Christiyono dari GKJ Kumadang Gunung Kidul, serta Tri Mulatsih dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kulonprogo.
Sri Bayu mengingatkan kepada Jemaat bagaimana menentukan pilihan. Menurutnya, perlu ada beberapa pertimbangan dalam menentukan pilihan. Seperti track record atau rekam jejak calon, ideologi partai karena wakil rakyat merupakan perpanjangan partai, dan jangan terjebak opini tetapi lebih fokus pada eksplorasi fakti.
“Termasuk selektif akan latar belakang yang dipilih. Serta yang terpenting, hati-hati dengan janji uang, karena masa depan rakyat dan umat akan lebih menentukan dan menjanjikan,” kata dia. (fid/iwa/rg)