SLEMAN – Puisi Jawa tradisional tembang macapat menjadi salah satu mata pelajaran yang dijarkan di sekolah. Namun, saat diajarkan di sekolah materi tembang macapat kurang dipahami karena kebanyakan siswa hanya senang melagukan, tetapi kurang mengetahui nilai-nilai budi pekerti yang terkandung di dalamnya.
Dalam upaya melengkapi pembelajaran macapat di sekolah, mahasiswa prodi (program studi) Pendidikan Bahasa Daerah Fakultas Bahasa dan Seni UNY Yen Hestu Musyarofah mengembangkan pembelajaran macapat berbasis world wide web (internet). Proses pembelajaran berbasis web mampu menarik perhatian siswa. Sebab proses belajar mengajar yang berbeda dengan proses pengajaran dengan sistem tatap muka.
“Media pembelajaran berbasis web juga dapat memotivasi dan melatih kemandirian siswa dalam belajar tembang macapat,” terang Hestu (24/3).
Dalam pembelajaran Bahasa Jawa, berdasarkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) diajarkan di SMP. Macapat diajarkan di kelas VII, VIII, dan IX. “Siswa usia SMP masih senang dengan pembelajaran yang sifatnya interaktif. Maka media ini sangat sesuai diajarkan kepada siswa SMP,” kata Hestu.
Selama ini, katanya, dalam melagukan pun siswa mudah lupa mengambil nada dasar dan iramanya. Dengan media cyber, siswa dapat meniru dalam melagukan tembang macapat. Sebab di dalam portal tersebut terdapat media yang dilengkapi dengan contoh melagukan tembang macapat dalam bentuk video.
Hestu menjelaskan, media pembelajaran tembang macapat berbasis web ini dibuat dengan bantuan software Moodle 2.1.2+ dan XAMPP Control Panel v3.2.1 untuk konfigurasi web server. Software Moodle merupakan salah satu portal e-learning yang dikembangkan software Learning Management System (LMS).
“Materi tembang macapat yang ada dalam media ini di antaranya pengertian tembang macapat, sejarah timbulnya tembang macapat, aturan-aturan dalam tembang macapat, watak dan kegunaan tembang macapat, serta aturan dalam melagukan tembang macapat,” jelasnya.
Dari validasi yang dilakukan oleh akademisi, berdasarkan penilaian guru Bahasa Jawa memperoleh persentase nilai rata-rata 90 persen termasuk dalam kategori sangat baik. Dia menyebutkan pendapat dari guru Bahasa Jawa pembelajaran dengan media web dapat mempermudah siswa. “Siswa pun mengapresiasi pembelajaran dengan media ini,” jelasnya.
Cara penggunaannya, dengan masuk sebagai tamu atau masuk sebagai pengguna, jika memiliki akun dan password. “Dengan media ini, menjadikan siswa memperoleh banyak informasi karena sifat web yang dinamis. Selain itu, siswa juga memperoleh teknologi informasi yang semakin maju dan ilmu pengetahuan yang semakin luas,” terangnya. (bhn/iwa)