JOGJA – Dua pekan ini, tim penyidik kasus dugaan korupsi hibah Persiba Rp 12,5 miliar dipastikan tidak akan melakukan pemeriksaan saksi atau tersangka. Alasannya, tim penyidik yang diketuai Pindo Kartikani SH tengah meneliti ulang dan mengevaluasi seluruh hasil pemeriksaan yang selama ini dilakukan.
“Saat ini tim penyidik fokus mengevaluasi hasil pemeriksaan saksi dan tersangka,” kata Kasi Penkum Kejati DIJ, Purwanta Sudarmaji SH kepada wartawan di kantornya kemarin (24/3).
Evaluasi itu meliputi berkas hasil pemeriksaan tersangka HM Idham Samawi seputar pengembalian uang Rp 11,6 miliar. Selain itu, ada pula hasil pemeriksaan saksi Kepala DPPKAD Bantul Didik Warsito, kepala Bank BPD DIJ Cabang Bantul, dan manajamen Bank Danamon Cabang Kalibata Jakarta.
“Evaluasi itu dilakukan apakah pemeriksaan para tersangka dan saksi dinilai cukup atau perlu adanya keterangan tambahan atau penyempurnaan,” tamban mantan Kasi Pidsus Kejari Kendal ini.
Disinggung mengenai pelibatan lembaga Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Purwanta menegaskan kerja sama itu tengah dikomunikasikan. Pelibatan PPATK dalam kasus dugaan korupsi hibah Persiba untuk mengetahui asal usul uang yang disetorkan ke kas Pemkab Bantul Rp 11,6 miliar.
Jika PPATK menemukan ada indikasi mengarah Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) maka penyidik akan mengembangkan pasal tersebut. “Koordinasi masih terus dilakukan. Hasilnya tentu tunggu PPATK,” jelas jaksa yang tinggal di Imogiri ini.
Kadiv Litbang Jogja Corruption Watch (JCW) Irawan Mardjudin mendukung penuh upaya kejati mengusut tuntas dugaan perkara hibah Persiba. Ia mengingatkan, kepada penyidik agar tidak terpengaruh dengan pengembalian uang oleh tersangka HM Idham Samawi dan pengurus Persiba yang totalnya mencapai Rp 12,5 miliar. “Keliru atau tidaknya sangkaan penyidik nanti dibuktikan di pengadilan,” kata Irawan. (mar/din)