MAGELANG-Selama masa persiapan menghadapi kompetisi Divisi Utama 2014, penampilan PSIM Jogja cukup menjanjikan. Dalam dua kali laga uji coba melawan dua klub amatir PS Bharata dan PS Altaria, tim besutan Seto Nurdiyantara ini menunjukkan permainan menghibur.
Itu dibuktikan dengan banyaknya passing tuntas yang dilakukan Eko Budi Santoso dkk dalam dua pertandingan ini. Tercatat persentase operan berhasil yang dibukukan anak-anak Laskar Mataram mencapai lebih dari 85 persen. Umpan-umpan pendek dari kaki ke kaki terlihat menjadi senjata andalan.
Namun, keyakinan masyarakat Jogja akan kegemilangan prestasi PSIM musim ini belum bisa tercipta tanpa keberhasilan mereka mengalahkan klub sepadan. Nah, sore ini PSIM akan ditantang klub Divisi Utama yang berbasis di Megelang, PPSM Sakti Magelang.
PPSM jelas merupakan tim yang tidak asing bagi PSIM. Musim lalu, Laskar Mataram berada dalam satu wilayah dalam ajang Divisi Utama Liga Indonesia (LI) 2013. Hasilnya, musim lalu PSIM sukses meraja atas Macan Tidar. Laga pertama di Mandala Krida berakhir dengan skor 3-1 untuk Nova Zaenal dkk. Sedangkan saat gentian bertandang ke Magelang PSIM justru menang lebih telak 4-1.
Tapi Seto mengingatkan agar anak asuhnya tidak mengecilkan kemampuan PPSM Sakti. Sebab, musim ini persiapan PPSM cukup matang. Klub besutan Muhammad Hussein tersebut sudah menjajal dua klub asal Liga Malaysia Lions XII dan FC Penang.
“Saat ini PPSM tentunya berbeda dengan musim lalu. Materi pemain jelas lebih baik. Mereka tentu tidak patut untuk disepelekan,” tandasnya.
Seto menambahkan, kemenangan bukanlah satu-satunya hal yang dicari PSIM. Selain menang, para penggawa PSIM harus menunjukkan permainan yang sesuai dengan keinginan pelatih.
Selain itu, laga melawan PPSM bertujuan mengasah mental para pemain dalam menjalani laga tandang. Meskipun pertandingan hari ini bersifat tertutup, Seto yakin suasana Stadion Madya, Sanden tetap memberikan tekanan tersendiri bagi anak asuhnya.
“Inti dari latih tanding di luar kandang kan juga untuk memberikan pelajaran bagi anak-anak sebelum menjalabi pertandingan tandang di kompetisi nantinya,” imbuh pria yang musim lalu masih bermain sebagai gelandang tersebut.
Salah satu pemain PSIM Supri Andrianto mengatakan cukup antusias menghadapi laga di Magelang. Pasalnya, Magelang adalah kampung halaman penggawa berusia 30 tahun tersebut. Supri pernah menjadi penggawa Macan Tidar selama lima musim.
“Tentunya bermain di rumah sendiri punya sensasi berbeda. Saya ingin tampil sebaik-baiknya di laga besok (hari ini, Red),” ucapnya.
Di pihak PPSM, pelatih Muhammad Hasan menuturkan PSIM adalah klub yang memiliki nama besar. Dia meminta anak asuhnya untuk menunjukkan kekuatan 100 persen.
Sayangnya di laga hari ini PPSM tidak dibela sejumlah pilar. Sebut saja kapten Christian Rene Martinez yang masih menderita cedera. Selain itu David Mulangkir dan Bagori juga dipastikan absen. (nes/din)