MUNGKID – Penertiban alat peraga kampanye di Kabupaten Magelang diwarnai aksi pemukulan. Dua anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslul) Kecamatan Borobudur terkena bogem mentah saat mendampingi Satuan Polisi Pamong Praja menertibkan APK. Dua anggota Panwascam itu yakni Subandrio, 48, dan Sukiyadi, 43. Keduanya mengalami luka memar di bagian wajah dan kepala akibat terkena pukulan sekelompok orang.
Peristiwa pemukulan itu bermula saat Satpol PP dan Panwaslu menertibkan bendera salah satu parpol yang dipaku di pohon. Tepatnya di Dusun Bogowanti Lor, Desa Borobudur. Saat menertibkan APK itu, petugas panwascam terlibat adu mulut dengan simpatisan salah satu papol.
Tak selang lama adu mulut, diantara simpatisan salah satu parpol dan petugas itu kemudian berujung pemukulan. “Saya kronologisnya kurang tahu persis, Tahu-tahu, saya dipukul saat menyetir,” kata Subandriyo saat ditemui di Mapolsek Borobudur, kemarin.
Dia mengaku tidak tahu persis jumlah sekelompok orang itu. Yang pasti saat itu, dia bertugas menyetir mobil pick up yang dipergunakan untuk membawa APK yang telah ditertibkan. “Dipukuli berapa kali saya tidak ingat. Berapa jumlah orang yang memukul saya juga kurang tahu persis,” tuturnya.
Disaat yang hampir bersamaan, temanya Sukiyadi juga mengalami hal serupa. Sukiyadi sempat dipukuli oleh simpatisan salah satu parpol itu. Diduga, peristiwa itu bermula ketika anggota ormas parpol tertentu tidak terima bendera dan atribut parpol mereka diturunkan. Dua korban anggota panwascam itu sempat mendapat visum di Puskesmas Borobudur.
Kepala Seksi Penegakan Peraturan Daerah Sat Pol PP Kabupaten Magelang, Luis Ignatius Taribaba mengaku pemukulan itu dikarenakan adanya miskomunikasi dan kesalah pahaman. Menurut Luis, upaya penertiban APK di Kabupaten Magelang itu sudah sesuai dengan tahapan.
Dikatakan Luis bahwa, sebelumnya Satpol PP Kabupaten Magelang sudah mengirimkan surat rekomendasi untuk parpol. Intinya bahwa, Satpol PP memberitahukan pada hari Senin kemarin akan dilaksanakan penertiban APK. “Kami sebelumnya sudah memberikan kesempatan kepada parpol untuk menertibkan APK sendiri tapi tidak dilaksanakan. Akhirnya kami eksekusi hari ini,” jelas dia.
Divisi Bidang Pengawasan Panwaslu Kabupaten Magelang, Eli Daru Asriani menyayangkan adanya pemukulan terhadap dua anggota Panwascam tersebut. Penertiban APK menurutnya, sudah dilakukan sesuai dengan aturan. “Ini ada miskomunikasi antara partai dengan yang tingkat bawah,” katanya.
Perempuan berkerudung ini menjelaskan, penertiban APK dilaksanakan oleh Sat Pol PP dengan didampingi oleh Panwacam di 21 kecamatan seKabupaten Magelang. Setidaknya terdapat 1.192 APK yang direkomendasikan untuk ditertibkan. “Kami prihatin dengan adanya kejadian ini (pemukulan),” ucapnya.
Sementara itu, Yanto salah satu anggota ormas tertentu itu, mengaku tidak terima atas penurunan APK. Dirinya tidak terima kalau bendera parpol diturunkan tanpa ijin. Apalagi, dirinya belum mendapat mandat dari parpol untuk penurunan APK. (ady)