PURWOREJO – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyempatkan memborong buah durian di pertigaan Desa Bagelen, Purworejo, kemarin (23/3). Ratusan durian dari sejumlah pedagang habis diborong.
Ikut pada rombongan, Ibu Negara Ani Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, dan sejumlah menteri. Di antaranya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo.
Pada kesempatan itu, SBY, Ibu Negara Ani Yudhoyono, dan sejumlah menteri mencicip buah durian asli Purworejo yang dikenal bercita rasa beragam.
“Saya kaget, tiba-tiba saja kedatangan rombongan presiden. Anggota Koramil Bagelen memberi tahu kami, jika SBY mau mampir makan duren sekitar pukul 13.30 tadi,” ungkap Sunardi, 46, pedagang durian.
Sunardi melanjutkan, orang nomor satu di Indonesia itu memborong 47 butir buah durian yang tersisa di lapaknya.
“Saya tidak tahu, kalau pak SBY mau mampir. Kalau tahu ya saya carikan yang super, pak SBY dan rombongan di sini sekitar seperempat jam saja. Kemudian melanjutkan perjalanan,” imbuh Sunardi yang berjualan durian selama 20 tahun lebih di pertigaan Bagelen KM 11 Jalan Raya Jogja-Purworejo.
Pantauan koran ini, rombongan Presiden SBY mampir di Bagelen pukul 15.00 dalam perjalanan dari Jogjakarta menuju Purwokerto. Presiden yang mengenakan batik warna cokelat, turun dari mobil dan sempat menyalami puluhan warga yang mendekat.
SBY dan rombongan masuk ke pangkalan ojek, dekat salah satu lapak dan menikmati durian terbaik. Bahkan, SBY tidak hanya mencoba satu durian, melainkan beberapa jenis durian lokal asli Purworejo.
“Ada beberapa jenis yang dicicipi Pak Presiden. Ada yang manis dan pahit,” jelas Sunardi.
Pedagang lain Muh Zuhri, 57, menambahkan, durian miliknya ada 33 butir yang dibeli presiden. Selain dimakan di tempat, durian miliknya juga dibawa rombongan. Ia senang kedatangan presiden. Zuhri berharap, siapapun pemimpin Indonesia di masa yang akan datang, mau turun ke bawah memperhatikan masyarakat kecil.
“Ada enam pedagang dengan ratusan durian diborong. Semuanya merasakan rejeki dari presiden. Kalau sering seperti ini, bagus juga. Pemimpin harus turun ke desa,” selorohnya.(tom/hes)