JOGJA – Taman Budaya Yogyakarta (TBY) Dinas Kebudayaan DIJ berencana menempatkan puluhan patung di sepanjang sumbu filosofi Jogjakarta. Patung-patung itu pun akan menghiasi ruang-ruang kosong di sepanjang jalan dari Tugu Pal Putih hingga Panggung Krapyak, Panggungharjo, Sewon, Bantul.
Kepala Dinas Kebudayaan DIJ GBPH Yudhaningrat mengungkapkan, penempatan patung ini sebagai wujud dari city of philosophy yang akan diajukan ke UNESCO dan penguatan Jogjakarta sebagai kota wisata dunia. Menurut rencana, patung-patung itu dipasang pada Oktober.
“Untuk sistematikanya akan digarap TBY bekerja sama dengan Asosiasi Pematung Indonesia (API) Jogjakarta,” kata Gusti Yudha, sapaan Yudhaningrat, saat ditemui dalam pameran API di TBY belum lama ini.
Melalui kegiatan ini, dia juga mengajak para seniman berkiprah dengan memamerkan karya-karya mereka sehingga bisa lebih bersinggungan dengan masyarakat. Gusti Yudha juga
mengajak para seniman memaknai arti sumbu filosofi itu sendiri.
Soal dana untuk penempatan patung-patung tersebut, kata Gusti Yudha, akan dimasukkan dalam anggaran Dana Keistimewaan. Berapa besarnya, saat ini sedang digodog TBY dengan API bersamaan dengan pemilihan format dan konsep agar menemukan format yang tepat. “Pastinya ukuran patung besar, sekitar 2 meter,” tambah dia.
Kepala TBY Diah Tutuko Suryandaru menambahkan, pemasangan patung ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap kesenian di Jogjakarta. Sebelum pemasangan patung ini, Diah akan melakukan pendekatan kepada masyarakat sepanjang sumbu filosofi. Itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.
“Nanti ada sosialisasi dulu karena kami tidak ingin ada kasus penurunan paksa karya seni patung milik para seniman. Selain itu akan ada imbauan untuk menjaga patung jika rencana ini benar-benar sudah terealisasi,” kata Diah.
Ketua API Jogjakarta Komroden Haro menyambut positif rencana Dinas Kebudayaan DIJ dan TBY tersebut. Pihaknya akan menyiapkan secara matang dengan mengkurasi karya-karya yang akan dipasang.
“Ide kreatif akan terus kami garap untuk persiapan ini, baik dari bentuk patung atau senimannya. Tentunya akan menyesuaikan tema yang diangkat untuk pameran luar ruang kali ini,” kata Komroden. (dwi/abd)