MAGELANG – Peristiwa anjloknya wahana jetcoaster juga mendapat sorotan Komisi B DPRD Kota Magelang. Para wakil rakyat ini menilai insiden itu sebagai kekurangprofesionalan manajemen Taman Kyai Langgeng (TKL) Magelang dalam mengelola aset.
Anggota DPRD juga mengkritik, kondisi TKL lebih mirip museum dibanding tempat rekreasi atau taman bunga, seperti konsep semula. Apaalgi di lokasi tersebut, banyak ditemui benda-benda tua yang rapuh dibanding wahana permainan yang menarik.
“Wahana jetcoaster yang anjlok, juga lebih mirip pajangan masa lalu. Karena pengunjung TKL justru disuguhi kengerian benda yang pernah anjlok dan membuat panik penumpangnya. Harusnya tidak seperti ini, kalau manajemen profesional,” kritik Ketua Komisi B DPRD Kota Magelang, Yudi Ismono, kemarin (25/3).
Yudi meneruskan, manajemen TKL diminta bertindak cepat dan melakukan langkah nyata dalam perbaikan sarana-prasana. Termasuk alat dan kelayakan sejumlah wahana yang ada di tempat wisata kebanggaan Kota Magelang tersebut.
Dengan begitu, lanjut Yudi, akan cepat mengembalikan kepercayaan masyarakat dan pengunjung. Terutama berkaitan dengan kenyamanan dan keamanan wahana permainan TKL.
“Karena, efeknya juga menyangkut citra Kota Magelang. TKL kan sebagai ikon kota ini. Jadi, manajemen harus bertindak cepat dan nyata untuk perbaikan,” tegasnya.
Yudhi yang juga ketua DPD PAN Kota Magelang menyempatkan melihat langsung kondisi rel dan besi penyangga wahana jetcoaster di TKL. Ia tak segan-segan naik ke wahana yang saat ini banyak terlihat besi las-lasan.
“Pembenahan mutlak dilakukan dari sisi manajemen. Termasuk soal standar operational procedure (SOP) pengoperasian wahana yang harus jelas,” tegasnya.
Menurut Yudhi, DPRD sempat menerima kabar ada sejumlah pembatalan kunjungan luar daerah ke TKL, lantaran sejumlah wahana kurang aman. Harusnya, kabar itu wajib menjadi perhatian manajemen TKL agar mendapatkan kembali kepercayaan pengunjung. Tingkat keamanan sejumlah wahana merupakan bagian penilaian masyarakat pada TKL. Anjloknya jetcoaster yang disebabkan rel yang rapuh dan lapuk bisa mengurangi tingkat kepercayaan pengunjung.
“Ini menyangkut tingkat profesionalitas manajemen. Kontrol kelayakan semua wahana kan seharusnya diperhatikan. Setelah kejadian kemarin, malah profesionalitasnya (manajemen, Red) kita pertanyakan,” katanya.
Sebelumnya, Polres Magelang Kota juga mengatakan kondisi rel dan besi penyangga yang lapuk disebut faktor utama anjloknya jetcoaster. Meski tak sampai menimbulkan korban jiwa, peristiwa itu membuat beberapa penumpang mengalami luka-luka.
“Dari hasil olah TKP, kondisi rel dan besi penyangganya sudah rapuh dan lapuk. Bisa dikatakan sudah tak layak. Kami terus lakukan pendalaman, terkait penyelidikan peristiwa ini dengan memeriksa manajemen,” katga Kasubag Humas Polres Magelang Kota, AKP Murjito.(dem/hes)