PURWOREJO – Nelayan di pesisir selatan Kabupaten Purworejo diminta mewaspadai perubahan cuaca mendadak di tengah laut. Sejauh ini, tidak ada peringatan bahaya melaut di Samudra Hindia atau laut selatan Pulau Jawa.
Salah satu yang perlu diantisipasi adalah Badai Gillian yang terbentuk di Samudera Hindia, sebelah barat Australia yang diperkirakan bisa berdampak di Purworejo. Tandanya, hujan ringan atau sedang disertai petir berpotensi terjadi di perairan selatan Jawa Tengah, khususnya pagi dan malam hari.
“Peringatan bahaya secara resmi tidak kami terima. Perairan terpantau aman. Namun nelayan wajib waspada akan dampak Badai Gillian,” kata Kepala Bidang Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo, Edi Purwanto, kemarin (25/3).
Edi menjelaskan, salah satu bentuk kewaspadaan yang bisa dilakukan adalah selalu mengenakan pelampung keselamatan ketika melaut. Selain itu, jika terjadi peningkatan ombak dan gelombang secara ekstrim, nelayan lebih baik libur melaut.
Dari informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gelombang laut perairan selatan Jawa Tengah rata-rata setinggi 0,5 – 2 meter. Sementara perairan Samudera Hindia selatan Pulau Jawa 0,75 – 2,5 meter dengan kecepatan angin hingga 15 knots.
“Kalau selatan Purworejo, ombak hanya 2 meter. Ini tergolong aman untuk diarungi dengan perahu nelayan. Hanya, di tengah perubahan iklim cuaca terjadi, nelayan tetap harus memakai pelampung untuk semua nelayan,” imbaunya.
Salah satu nelayan Pantai Jatimalang Yanto, 37, warga Jatimalang, Kecamatan Purwodadi mengatakan, laut di selatan Purworejo dalam kondisi tenang beberapa hari terakhir.
“Cuaca juga cerah dan tidak ada gelombang tinggi. Bahkan, perahu dengan mudah saat pergi dan pulang ke daratan, ketinggian hanya 1,5 -2 meter. Bagi kami, libur melaut jika gelombang mencapai 3 – 4 meter,” ujarnya.
Kendati begitu, para nelayan akan mematuhi semua petunjuk dan anjuran pemerintah. Yakni, tetap memakai pelampung dan alat keselamatan lain saat pergi melaut.
“Kami pakai pelampung, memang kurang nyaman saat menangkap ikan. Semua agar lebih aman,” katanya.(tom/hes)