SLEMAN – Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengklaim berhasil membangun perekonomian berkeadilan gender. Ditujukkan dengan kebijakan penguatan ekonomi bagi kaum perempuan.
Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo ini menjelaskan penguatan ekonomi perempuan ditujukkan dengan pengembangan koperasi wanita. Tercatat 8.506 desa mendapat hibah modal awal mencapai Rp 25 juta.
“Selain itu sudah ada 4.000 koperasi wanita yang mendapat tambahan modal usaha pada 2011-2013,” kata Soekarwo saat menjadi pembicara dalam kuliah umum yang digelar Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB UGM) di Auditorium Magister Manajemen (MM) kampus setempat (24/3).
Dalam kuliah umum mengangkat tema Menghidupkan Ekonomi Kerakyatan, Success Story Jawa Timur, Soekarwo menjelaskan program unggulan yang dicanangkan dalam penanggulangan kemiskinan di Jatim salah satunya melalui program feminisasi kemiskinan. Dari 1.230.042 rumah tangga yang ada, sebanyak 12,4 persen atau 152.343 terdiri dari kepala rumah tangga perempuan.
Perempuan di Jatim memiliki hak mendapatkan penghasilan sama dengan kaum pria. Melalui kaum perempuan yang bekerja, berdampak pada penekanan angka kelahiran di Jawa Timur.
“Masa pernikahan usia subur dengan angka kelahiran 1,75. Menandakan para istri tidak hanya menganggur di rumah,” katanya.
Soekarwo mengatakan visi Jawa Timur makmur dan berakhlak dalam kerangka negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sedangkan misi yang diusung yakni makmur bersama wong cilik melalui APBD untuk rakyat.
Visi dan misi tersebut diusung berdasar program taktis strategis 2009-2014 yang berhasil menghidupkan ekonomi masyarakat Jatim dan menyejahterakan rakyatnya. Yakni dengan empat program utama yang diusung, pro-growth, pro-job, pro-poor, dan pro-environment.
Dekan FEB UGM Prof Wihana Kirana Jaya mengatakan dipilihnya Soekarwo sebagai pembicara dalam kuliah umum disebabkan keberhasilannya membangun Jawa Timur. Terutama di sektor perekonomian. Di Jawa, Jatim menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi terbesar setelah Jakarta.
“Apalagi dengan visinya, makmur bersama wong cilik, sangat tepat bila civitas akademika belajar dari Soekarwo dalam keberhasilannya membangun Jatim,” kata Wihana. (bhn/iwa)