MUNGKID– Upaya melestarikan budaya bisa dilakukan dengan beragam cara. Seperti yang dilakukan SMA Muhammadiyah 1 Muntilan, yang mengemasnya dalam cara yang cukup unik.
Para siswa kelas tiga sekolah tersebut wajib menampilkan tarian seni tradisional dengan kostum dari sampah dan limbah yang ada. Mereka menampilkan kesenian saat ujian sekolah praktik seni dan budaya. Ini sebagai upaya melestarikan budaya tradisional sekaligus menjaga kelestarian alam. Masing-masing siswa tampil bergantian sebagai rangkaian ujian praktik seni budaya yang digelar sekolah sebagai syarat kelulusan.
Uniknya, para siswa dituntut mementaskan pertunjukan seni di Taman Bambu Runcing dengan tema kesenian tradisional khas Magelang. Pada ujian tersebut, berbagai aliran seni dipadukan. Di antaranya, seni rupa, seni tari, dan seni musik yang bersinergi. Sehingga cukup efisien untuk waktu, tempat, hingga biaya yang menjadi beban para siswa. Demikian pula bagi guru yang menilainya.
“Kegiatan ini merupakan ujian praktik seni budaya. Ujian kesenian melibatkan 169 siswa kelas tiga yang dibagi dalam enam kelompok,” kata Kepala SMA Muhammadiyah I Muntilan, Yanto Siswoyo, kemarin (25/3).
Menurut Yanto, untuk mendapat nilai terbaik, kostum siswa yang digunakan harus menarik dan berbeda dengan lainnya. Sehingga para siswa dituntut lebih kreatif saat merancangnya.
“Ujian ini merupakan sarana pendidikan budi pekerti dalam membentuk karakter kemandirian siswa, sebelum menghadapi ujian nasional,” paparnya.
Selain melestarikan budaya tradisional, pementasan tersebut diharapkan bisa menghindari kejenuhan para siswa sebelum menghadapi ujian nasional.
“Penggunaan kostum berbahan limbah merupakan kreativitas anak agar lebih peduli pada lingkungan. Selain itu, acara ini bisa menjadi ajang refreshing bagi siswa sebelum ujian nasional,” tegasnya.
Salah satu siswi, Fitri mengaku, butuh waktu seminggu untuk mengumpulkan sampah atau limbah rumah tangga. Kemudian, sampah dijadikan bahan kostum tari saat ujian.
“Kami senang karena ujian praktik ini tidak membutuhkan biaya yang besar,” ungkap Fitri.(ady/hes)