JOGJA – Kampanye Pemilu 2014 kali ini diyakini turut menggerakkan perekonomian di DIJ, terutama untuk sektor-sektor yang berhubungan dengan atribut kampanye. Sektor usaha seperti percetakan, sablon hingga penjual makanan kecil menikmati keramaian kampanye tersebut.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIJ Gonang Djuliastono mengungkapkan kampanye yang sedang berlangsung saat ini membawa dampak positif sekaligus negatif. Menurutnya dampak positif dari kampanye yaitu bergairahnya sektor usaha yang berkaitan dengan kampanye. “Secara umum usaha cetak-mencetak, kuliner atau stiker menikmati pesanan selama kampanye ini,” ungkapnya kemarin (25/3).
Gonang mencontohkan, usaha kuliner turut menikmati gelaran pesta demokrasi kali ini. Dengan adanya banyak pertemuan maupun kampanye terbuka, juga turut meningkatkan pesanan untuk makanan yang disajikan. Tetapi di sisi lain, lanjut dia, kampanye juga menimbulkan efek negatif seperti kemacetan lalu lintas karena banyaknya massa kampanye, terutama saat konvoi. Untuk itu, dirinya mendukung larangan kampanye yang melewati pusat perekonomian Jogja, seperti Malioboro atau Jalan Solo. “Memang ada yang merasa diuntungkan, ada pula yang terganggu,” tuturnya.
Sebelumnya, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) DIJ Arief Budi Santosa mengatakan kampanye kali ini juga turut mempengaruhi konsumsi masyarakat. Meskipun pihaknya belum bisa memperkirakan seberapa besar pengaruhnya. Hal itu dipengaruhi dengan situasi kampanye yang lebih ramai dan kondusif. “Pengaruhnya ada, tapi seberapa besar belum tahu,” ungkapnya.
Arief menambahkan, gelaran kampanye jelang Pemilu 2014 ini tidak ada kaitannya dengan penemuan uang palsu (upal). Menurutnya upal bisa ditemukan kapan saja. Hal itu juga dibuktikan dengan penemuan upal sebanyak 236 lembar dari awal tahun ini. “Upal itu tidak terkait pemilu, setiap saat ada,” tuturnya. (pra/ila)