SLEMAN– Untuk mengantisipasi tawuran antarpelajar, Polres Sleman menggelar razia di sekolah-sekolah saat jam belajar. Melibatkan 600 personel, razia ini serentak dilakukan di enam lokasi kemarin (26/3). Salah satunya di SMAN Ngaglik.
Kapolres AKBP Ihsan Amin mengatakan, razia sebagai tindak lanjut atas aksi tawuran pelajar beberapa waktu lalu. Tawuran itu juga melibatkan siswa SMAN Ngaglik. Dari razia tersebut, polisi menemukan beberapa pentungan yang disembunyikan di warung-warung dekat sekolahan.
Razia ini dinilai penting, apalagi saat ini masa kampanye. Ihsan khawatir jika hal itu justru disalahgunakan oleh siswa sekolah. Ihsan menegaskan jika ada anak bolos sekolah tapi ikut kampanye akan ditindak tegas. “Kalau tidak bisa dibina, ya dipidanakan,” tegasnya.
Kendati begitu polisi tetap mengutamakan pembinaan. Tujuannya untuk menekan angka kriminalitas pelajar. Termasuk para pelajar yang dulu terjaring razia saat tawuran juga dibina. Ihsan berharap semua sekolah bisa menerapkan zero kenakalan remaja yang berpotensi pada tindak pidana.
“Ini bentuk pembinaan agar tawuran tak terulang,” katanya disela razia. Keberadaan barang-barang di luar alat sekolah itu juga pernah ditemukan saat razia sebelumnya. Bahkan, polisi menemukan beberapa besi gir sepeda motor. Di SMA Muhammadiyah Pakem aparat menemukan pisau kecil.
Ihsan berharap pihak sekolah lebih ketat mengawasi barang-barang yang dibawa para siswanya. Jangan sampai ada alat di luar sarana pembelajaran ikut masuk ke dalam sekolah.
Dari keterangan pihak sekolah, Ihsan memperoleh informasi bahwa kenakalan pelajar tak lepas dari pengaruh para alumnus yang masih kerap hadir di sekolah. Alumnus yang memiliki dendam dengan pelajar atau alumnus sekolah lain lantas mengajak siswa yang masih aktif untuk tawuran. “Karena itu pihak sekolah justru minta razia ini bisa digelar rutin dan mendadak,” katanya.
Suryadi, salah seorang guru SMAN Ngaglik membenarkan tentang keberadaan alumnus. Bahkan, untuk mengantisipasi pengaruh negatif, pihak sekolah tak mengadakan pentas seni atau kegiatan ekstrakurikuler di halaman. Sebab, hal itu secara tak langsung mengundang kehadiran alumni. “Kegiatan kami lakukan dalam kelas,” katanya. (yog/din)