HERI SUSANTO, Jogja
TIDAK ada dalam benak pikiran Serka Suminta Nugroho dan Pelda Yudo Wasino mendapat penghargaan dari Komandan Korem 072 Pamungkas Brigjen Sabar Fadilah di Makorem Selasa lalu (25/3). Yang dilakukan dua prajurit TNI yang bertugas di Kodim Kota Magelang tersebut, semata naluri mereka ketika melihat sebuah tindak kejahatan.
Ceritanya, pada Minggu, 23 Maret lalu, Serka Suminto Nugroho melihat seseorang di bilik anjungan tunai mandiri (ATM) milik sebuah milik pemerintah. Saat itu, Nugroho baru saja lepas dinas dan akan pulang dari Kodim Kota Magelang ke rumahnya.
Nugroho yang sudah tidak memakai baju dinas itu lalu mengamati gerak-gerik orang di dalam bilik ATM di seberang kompleks Makodim Kota Magelang itu. Nugroho merasa orang tersebut sangat mencurigakan.
Menurut Nugroho, laki-laki itu duduk di dalam ATM. Baginya, itu menimbulkan tanda tanya karena sangat jarang orang duduk di dalam ATM. “Kalau di ATM pasti berdiri. Mesin untuk memasukkan kartu itu tingginya seperut orang dewasa,” katanya,” kata Nugroho mengungkapkan pikirannya saat itu.
Curiga dengan aktivitas orang tersebut, Nugroho tidak buru-buru mendatanginya. Dia lalu memanggil rekannya Pelda Yudo Wasino yang sedang bertugas jaga di Makodim.
Yudo yang masih mengenakan seragam dinas langsung menyusul ke tempat Nugroho melakukan pengamatan. Setelah berunding dengan Nugroho, Yudo lalu menghampiri bilik ATM.
“Ternyata ada tiga rekannya yang berada di luar. Mereka menunggu di atas sepeda motor. Tahu saya datang dengan menggunakan seragam, mereka lari,” cerita Yudo.
Tanpa pikir panjang, mereka berdua membagi tugas. Yudo menghampiri orang di dalam bilik ATM, Nugroho mengejar ketiga pelaku yang kabur. Tapi, upaya Nugroho mengejari ketiga orang tersebut gagal.
Sementara itu, Yudo kaget ketika mendapati orang yang di dalam bilik itu ternyata hampir membawa lari uang dari ATM. Yudo melihat, mesin penyimpan uang itu sudah rusak. “Pelaku sempat melawan, tetapi alhamdulillah berhasil saya lumpuhkan,” cerita Yudo.
Setelah meringkus laki-laki itu, Yudo membawanya ke bagian Intel Kodim. Di sana, pelaku diinterogasi. Ternyata benar, laki-laki itu berniat untuk membobol uang di dalam ATM. “Setelah itu kami bawa ke Polresta Magelang,” ujarnya.
Mendengar adanya prajuritnya yang berani menangkap pelaku pembobol ATM, Komandan Korem 072 Pamungkas Brigjen Sabar Fadilah langsung memanggil mereka. Sabar lantas memberikan penghargaan kepada Nugroho dan Yudo sebagai prajurit teladan dalam upacara sederhana di Makorem Selasa lalu (25/3).
Di hadapan prajurit yang lain, Sabar melihat kedua anak buahnya tersebut mampu mengaktualisasikan diri dalam kehidupan sehari-hari sumpah prajurit. Di mana, prajurit harus bisa menjaga keamanan masyarakat.
“Ini bukan mengambil alih tugas polisi. Tapi, prajurit di mana pun tempat, harus berani untuk menegakkan aturan. Bukan malah melanggar,” pesannya.
Dia berharap, kepahlawanan kedua prajuritnya tersebut mampu menginspirasi seluruh anggota TNI. Terlebih dalam kondisi saat ini, sulit untuk bisa menemukan yang berani dan tanggap dengan ancaman keamanan. “Tapi perlu diingat, sebelum menolong harus memperhatikan keselamatan dan jiwa kalian,” kata Sabrar kepada seluruh jajarannya. (*/abd)