JOGJA – Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti (HS) menginstruksikan kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jogja harus mampu meminimalisasi kerawanan gangguan keamanan. Terlebih saat menjelang coblosan pemilu legislatif (pileg) ini. Selain itu, Satpol PP diharapkan dapat menjadi pengayom di tengah masyarakat.
“Momentum pemilu diharapkan Satpol PP tidak hanya meminimalisasi potensi kerawanan keamanan. Melainkan berbaur di tengah masyarakat, juga menjadi pengayom,” terang Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti usai memperingati HUT Satpol PP ke-64 di halaman Balai Kota kemarin (26/3).
Dalam sambutannya, suami Tri Kirana Muslidatun tersebut ikut memberikan ucapan selamat kepada Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) menyambut HUT ke-52. Serta kepada Pemadam Kebakaran ke-94 tahun. Menurutnya menjelang Pemilu 2014, 9 April nanti, tanggung jawab tidak hanya di aparat kepolisian serta TNI, melainkan peran dari seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). “Juga jajaran di lingkungan pemkot harus ikut menjaga Jogja yang nyaman dan aman,” ungkapnya.
Kerawanan keamanan saat pemilu cukup meningkat jika tidak disikapi dengan kesiapsiagaan dan antisipasi yang harus dilakukan oleh petugas Satpol PP. Momentum pemilu diharapkan menjadi perhatian serius untuk mewujudkan Jogja yang nyaman dan aman. “Sehingga Jogja dapat menjadi barometer penyelenggaraan pemilu yang aman dan sukses,” pintanya.
HS menyebutkan tingkat kerawanan saat menjelang coblosan bisa terjadi, dimana muncul gesekan antarpeserta pemilu. Hal ini diharapkan jangan sampai mengganggu keamanan warga sekitarnya. “Siap siaga dengan berkoordinasi dengan kepolisian, TNI, KPU dan Panwaslu. Agar terciptanya pemilu yang jujur adil, beretika dan berbudaya sesuai Jogja yang istimewa,” tandasnya.
HS mengatakan selain pemilu ia memberikan perhatiannya kepada penegakan peraturan daerah (Perda) yang juga harus menjadi perhatian petugas Satpol PP. Satpol PP diminta selalu mengedepankan langkah-langkah persuasif dan menghindari kekerasan fisik saat melakukan penegakan perda. Dengan mengedepankan kesantunan dan komunikasi yang bersifat persuasif diharapkan Jogja tidak luntur terhadap nilai-nilai budaya dan kesantunannya.
“Jika melakukan langkah yang bersifat kekerasan dan menang sendiri tentu akan merusak citra dari Satpol PP dan secara tidak langsung juga berimbas pada pemerintah kota (pemkot),” katanya.
Kabid Satpol PP Dinas Ketertiban (Dintib) Kota Jogja Sukamto mengatakan Jogja memiliki 2.890 personel Linmas yang siap membantu tugas pengamanan pemilu di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Petugas Linmas sudah dibekali dengan latihan kesamaptaan dalam rangka pengamanan pemilu. Nantinya setiap TPS akan dijaga dua personil dan tiap kelurahan disiagakan 10 personel serta tiap kecamatan 31 personel. “Untuk Kota Jogja Linmas resmi bertugas membantu pengamanan pemilu mulai H-2,” ucapnya. (hrp/ila)