TNI Pastikan Netral dalam Pemilu 2014
PALIYAN – Usai pemilu legislatif (pileg) 9 April 2014, tahapan pemilu selanjutnya adalah pemilihan presiden (pilpres). Tidak sedikit calon presiden (capres) merupakan purnawirawan korps baju doreng. Namun, TNI sudah berkomitmen netral pada pemilu legislatif maupun pemilu presiden.
Keputusan ini diambil sesuai perintah Panglima TNI yang berkomitmen bahwa dalam pemilu netralitas merupakan harga mati. Konsistensi tersebut sudah diakui sejak Pemilu 2004 dan Pemilu 2009.
“Walapun dalam bursa capres banyak purnawirawan TNI maju sebagai calon presiden, TNI tetap netral tidak mendukung salah satu parpol atau capres,” kata Wadan Dodiklatpur Mayor Infantri Hery Darsono di sela memimpin latihan menembak gabungan antara Kodim 0730 Gunungkidul dan Dodiklatpur Rindam IV Diponegoro di lapangan tembak Paliyan (26/3).
Hery mengatakan sebentar lagi digelar pesta demokrasi pileg 9 April 2014. Demi menjalankan tugasnya, TNI harus siap menghadapi masa kampaye dan pemilu.
“Sebanyak 81 personel Dodiklatpur Rindam IV Diponegoro dan personel Kodim 120 orang melaksanakan latihan menembak,” kata Hery.
Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0730 Letkol (Arh) Herman Toni mengatakan kewajiban prajurit adalah latihan. Sebab, dengan berlatih dengan tekun dan benar sesuai intruksi maka prajurit akan jadi andal.
Mengenai persiapan pesta demokrasi, Herman sudah melakukan pemetaan daerah yang rawan konflik. Selain itu juga digelar pertemuan dengan tokoh agama. Tujuan kegiatan tersebut untuk menciptakan suasana kondusif.
“Situasi tertib dan aman bisa terwujud jika kerukunan internal dan antar-umat beragama terjaga,” kata Herman. (gun/iwa)