JOGJA-PSIM Jogja berhasil melengkapi kuota 24 pemain untuk berlaga di kompetisi Divisi Utama 2014. Tak membutuhkan waktu lama, manajemen Laskar Mataram akhirnya sukses mengikat mantan penyerang PSS Sleman dan Persis Solo versi Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) Tri Handoko.
Kehadiran Handoko dipastikan bakal menjadi bumbu penyedap laga bertajuk Derby d’ Jogjakarta antara PSIM v PSS. Handoko menjadi pemain keempat yang di masa lalu pernah membela panji kedua klub. Selain Handoko, PSIM memiliki mantan pemain PSS lainnya yakni Topas Pamungkas.
Sedangkan di kubu PSS memiliki dua mantan penggawa PSIM M Irfan dan Kristian Adelmund.
Saat masih berseragam klub rival, keempat orang ini pun cukup berkontribusi. Handoko misalnya yang mampu menjadi pilar lini depan PSS selama musim 2010/2011 dan 2011. Adapun untuk Topas meskipun kariernya singkat, penggawa yang berposisi bek sayap tersebut cukup berkontribusi membawa PSS menjuarai Divisi Utama LPIS 2013.
Adelmund dan Irfan adalah pilar lini tengah PSIM kala Laskar Mataram berhasil menembus semifinal Divisi Utama LI 2011/2012. Sayangnya, kala itu PSIM gagal mengakhiri musim terbaik mereka itu dengan tiket promosi ke Indonesian Super League (ISL).
Namun soal Derby d’ Jogjakarta di Maguwoharjo International Stadium (MIS) 29 April mendatang Handoko enggan memberikan banyak komentar. Namun dia bakal mengerahkan kemampuan terbaik demi membawa PSIM menang di laga tersebut.
“Apakah laga ini spesial atau tidak no comment dulu. Yang terpenting sebagai pemain PSIM saya ingin membawa tim ini menang,” sergahnya.
Handoko mengaku bangga bisa bergabung dengan PSIM. Menurutnya, Laskar Mataram cukup potensial berprestasi sebab dibela pemain-pemain muda potensial. “Yang jelas pemain-pemain di sini oke. Banyak pemain muda yang potensial. Sangat membanggakan dapat bergabung dengan klub bersejarah seperti PSIM,” sergahnya.
Pelatih PSIM Seto Nurdiyantara mengatakan, dengan bergabungnya Handoko dirinya memiliki banyak opsi di lini serang. Sebenarnya dengan formasi 4-2-3-1 yang diusung Seto Handoko harus berebut menjadi penyerang utama PSIM. Tapi beruntung Handoko juga mampu ditempatkan sebagai gelandang sayap. “Jadi dia bisa juga bermain bersama Engkus,” jelas mantan pemain yang juga pernah membela PSS tersebut.
Direktur Utama (Dirut) PT Putra Insan Mandiri (PT PIM) Dwi Irianto bersyukur negosiasi dengan Handoko berjalan lancar. Dengan begini PSIM hanya tinggal melakukan penandatanganan kontrak untuk 24 pemain.
Alhamdulillah skuad kami sudah lengkap.Sekarang tinggal melakukan penandatanganan kontrak lalu mendaftarkan pemain ke PT Liga (Indonesia),” imbuhnya. (nes/din)