BANTUL – Tahun ini pasar Bantul kembali akan direnovasi. Renovasi tahap kedua ini merupakan bagian dari program untuk meningkatkan daya saing pasar-pasar tradisional. “Sisi timur yang akan kami rehab,” terang Kepala Kantor Pengelolaan Pasar Hermawan Setiadji kemarin (27/3).
Diperkirakan proses renovasi tersebut memakan waktu sekitar enam bulan. Karena itu, para pedagang untuk sementara waktu akan dipindah di sekitar bangunan pasar Bantul. Yakni, sisi selatan, utara, dan timut pasar.”Dulu tempat tersebut juga digunakan para pedagang saat renovasi tahap pertama dulu,” ujarnya.
Menurut dia, renovasi tahap kedua ini akan menata bangunan sisi timur pasar menjadi dua lantai. Rencananya, lantai satu akan digunakan 191 los. Sedangkan lantai dua akan diisi 84 los. “Lantai atas akan menghadap ke dalam (barat) sehingga akses jalan untuk menuju ke atas lebih banyak,” tandasnya.
Hermawan berpendapat proyek renovasi dan perbaikan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan daya saing pasar tradisional. Sebab, pasar-pasar tradisional akan semakin terjepit jika tak segera berbenah. Itu menyusul makin menjamurnya pasar modern. “Animo masyarakat cukup tinggi. Meski masih dalam proses, sudah banyak pedagang yang memesan los,” bebernya.
Karena itu, Hermawan meyakini pasar Bantul, khususnya lantai dua nanti akan lebih ramai lagi.
Anggota Komisi B DPRD Bantul Jumakir mengatakan, anggaran untuk renovasi dan perbaikan fisik bangunan pasar tradisional sengaja ditingkatkan dalam dua tahun terakhir. Tahun lalu, anggarannya sebesar Rp 13 miliar. Sedangkan tahun ini meningkat menjadi Rp 30 miliar. “Kalau mau bersaing ya harus ada perbaikan. Toh, pedagang di pasar tradisional juga sangat banyak,” jelasnya.
Meski begitu, politikus PPP ini mewanti-wanti agar pelaksana proyek renovasi maupun perbaikan menjaga kualitas fisik bangunan. Agar kondisi fisik bangunan dapat digunakan sesuai spesifikasi yang telah ditentukan. “Jangan sampai belum diserahkan pelaksana malah sudah ada kerusakan,” pintanya.(zam/din)