Dianggap Tak Layak Pakai
BANTUL – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul memastikan bakal memusnahkan sekitar 17 ribu surat suara. Pemusnahan itu karena beberapa hal. Antara lain, surat suara rusak karena robek atau terkena tetesan tinta.
Komisioner KPU Divisi Logistik dan Keuangan Didik Joko Nugroho mengatakan, pemusnahan surat suara rencananya akan dilakukan di halaman kantor KPU Bantul. Selain panitia pengawas pemilu (panwaslu) pemusnahan tersebut juga akan melibatkan kepolisian sebagai saksi. “Saat ini kita masih menunggu instruksi dari KPU pusat terkait jadwal pemusnahannya,” terang Didik di ruang kerjanya kemarin (27/3).
Sekitar 17 surat suara rusak diketahui setelah proses pelipatan selesai. Selain surat suara yang rusak, terdapat surat suara dari daerah pemilihan (dapil) lain yang diterima KPU. Meski begitu, surat suara yang nyasar ini sudah diserahkan kepada KPU provinsi. “Apakah akan dimusnahkan atau dikirimkan ke dapil aslinya, semuanya menunggu instruksi KPU pusat,” ujarnya.
Untuk menutup kekurangan surat suara karena kerusakan, KPU berencana mengajukan penambahan sebanyak 19 ribu surat suara. Kenapa sebanyak itu? Didik menerangkan, selain surat suara yang rusak mencapai 17 ribu, KPU juga menerima surat suara yang tertukar dan ada beberapa paket surat suara yang isinya kurang. “Ada beberapa kardus yang isinya kurang,” urainya.
Menurut dia, saat ini KPU tengah menyelesaikan proses penomoran sampul surat suara untuk masing-masing TPS. Nantinya, droping logistik ke PPS akan dilakukan pada tanggal 5 April atau hari terakhir masa kampanye terbuka.”Saat ini kami juga tengah memasang hologram pada berita acara maupun sertifikat penghitungan suara di tingkat KPPS,” paparnya.
Berita acara atau sertifikat penghitungan yang berhologram fungsinya sebagai acuan ketika terjadi permasalahan dalam proses rekapitulasi suara.(zam/din)