GODEAN– Untuk pertama kali warga Godean panen cacing sutera. Cacing sutera untuk pakan ikan tergolong langka. Karena itulah saat panen perdana sejumlah pejabat hadir. Di antaranya Gubernur DIJ Sultan Hamengku Buwono X, Bupati Sleman Sri Purnomo, dan Direktur Perbenihan Kementerian Kelautan dan Perikanan Sri Wuryaningsih.
Perwakilan Asosiasi Cacing Sutera Jogjakarta Suhardi mengatakan, budidaya cacing menjadi peluang bisnis besar. Itu melihat kebutuhan cacing di DIJ diperkirakan 600-800 liter per hari.
Meski begitu, saat ini hanya sedikit orang yang melakukannya. Mereka melakukan budidaya di lahan seluas seribu meter persegi dan bisa menghasilkan 20 liter per hari. Untuk mendongkrak hasil, petani nekat menyewa lahan untuk perluasan area budidaya.
Saat ini, dari total lahan 1 hektare telah terisi 60 persen dan menghasilkan cacing sebanyak 125-150 liter per hari. Dengan harga Rp 12 ribu per liter. “Utamanya buat pakan benih lele dan gurami,” paparnya usai panen perdana di Dusun Gancahan, Sidomulyo, Godean kemarin (27/3).
Bupati Sri Purnomo mendukung langkah untuk mengembangkan budidaya cacing sutera ini. “Saya berharap lebih banyak kelompok mau terjun membudidaya cacing sutera karena potensinya sangat menguntungkan,” ujarnya.
Sri juga terus mendorong para petani ikan di Sleman untuk meningkatkan produksinya. Itu karena DIJ masih mengalami deficit. Dari kebutuhan ikan 90 ribu ton per tahun, baru tercukupi 70 ribu ton. Kekurangannya harus didatangkan dari luar daerah.
Melihat potensi usaha budidaya perikanan yang besar tersebut, Sri berharap petani dapat menangkap peluang itu.
Sri optimistis budidaya cacing sutera mampu meningkatkan pendapatan para petani guna memajukan kesejahteraan. “Para petani harus memiliki orientasi pasar dalam usaha budidaya perikanan,” imbaunya.
Gubernur DIJ Sultan Hamengku Buwono X meminta para para petani tidak selalu menggantungkan pakan hasil pabrikan. Itu demi menekan tingginya harga pakan ikan. Gubernur justru mendorong petani agar mampu membuat pakan sendiri. Dengan begitu, kualitas pakan bisa terkontrol lebih baik, sedangkan harganya dapat ditekan seminimal mungkin. “Kalau permintaan pakan lebih besar tentu harganya bisa lebih murah, bukan malah harganya dinaikkan,” katanya.
Dengan adanya asosiasi, gubernur berharap perkembangan perikanan di DIJ lebih baik lantaran kebutuhan pakan untuk benih ikan lele dan gurami dapat terpenuhi. (yog/din)