SLEMAN-Wacana untuk mengangkat pelatih kepala Sartono Anwar merangkap jabatan sebagai manajer tim ternyata mendapatkan dukungan dari para pemain.
Mereka beralasan, pengalaman yang dimiliki Sartono menjadi alasan mengapa ayah Nova Ariyanto ini layak menjadi orang nomor satu di manajemen PSS.
Setelah Supardjiono memilih untuk meninggalkan jabatannya sebagai manajer, PSS kesulitan mencari sosok pengganti. Tak ada satupun “orang bola” Sleman yang bersedia menjadi manajer. Alasannya tak lain karena menjabat sebagai manajer PSS merupakan tugas teramat berat.
Salah satu gelandang PSS M Irfan mengatakan, Sartono adalah orang yang yang sudah banyak makan asam garam di dunia sepak bola. Karena hal itu, Irfan sangat yakin Sartono sangat mengetahui seluk beluk
manjerial dalam klub sepak bola. “Ya, menurut saya Pak Sartono ini punya pengetahuan yang sangat luas di dunia sepak bola. Dia juga sangat tahu bagaimana cara me-manage sebuah klub sepak bola,” tandasnya.
Kata Irfan, kemampuan tersebut sangat terlihat ketika dirinya ditangani Sartono. Sebagai catatan penggawa berkepala plontos ini sudah beberapa kali merasakan polesan pria yang identik dengan topi pet itu. Sebelum di PSS, Sartono pernah langsung menangani Irfan di tim Pra PON Jateng dan Persibo Bojonegoro. “Selama saya dilatih beliau sudah kelihatan kok kalau beliau punya kemampuan dalam manajerial klub. Jadi saya tak ragu untuk mendukung beliau mengisi posisi manajer,” tandasnya.
Jabatan pelatih merangkap manajer bukanlah hal baru bagi Sartono. Saat menangani PSIS Semarang dalam kompetisi Liga Perserikatan tahun 1987, Sartono pernah mengemban tugas sebagai Manager Coach.
Ikon PSS Anang Hadi juga memberikan dukungannya pada pengangkatan Sartono sebagai manajer. Kata Anang, di tengah krisis kepemimpinan seperti sekarang, rasanya Sartono menjadi orang paling tepat untuk memegang kendali penuh di PSS. “Ya kan kalau terlalu lama tak ada manajer susah juga untuk PSS. Karena sampai sekarang belum ada sosok yang pas saya rasa penunjukan
ak Sartono sangat tepat. Apalagi beliau juga memiliki wibawa yang luar biasa,” sergahnya.
Saat ditemui dalam sesi latihan di Maguwoharjo International Stadium (MIS) kemarin, Sartono siap jika PT Putra Sleman Sembada (PT PSS) menunjuknya sebagai manajer. Meskipun di satu sisi dia mengaku
melakukan rangkap jabatan layaknya pelatih pelatih di Eropa bukanlah tugas ringan.
“Intinya memang berat ya menjadi manajer merangkap pelatih. Namun jika PT PSS menunjuk saya, saya siap saja,” imbuhnya.
Di bagian lain, Sartono memastikan PSS sudah tidak memiliki jadwal melakoni laga uji coba tandang. Sejatinya pekan depan Sartono berniat menyambangi beberapa kota seperti Purwodadi dan CIamis. “Tapi kan sekarang lagi masa kampanye jadi susah. Setelah Pemilu pun tidak bisa karena kami langsung main 15 April,” ucapnya. (nes/din)