*Sepanjang 2013, Capai 80 Ribu Orang
MAGELANG – Sepanjang 2013, Perpusda Kota Magelang didapati pengunjung sebanyak 80 ribu orang. Padahal, saat itu gedung perpustakaan milik daerah tersebut sudah tua dan kecil. Demikian juga dengan ruang baca yang kurang representatif.
Kini, Perpusda sudah memiliki gedung baru, berdampingan dengan Gedung Kesenian Kiai Sepanjang. Karena itu, SKPD yang membawahi Perpusda harus meningkatkan target pengunjung.
Hal tersebut dikemukakan Wali Kota Sigit Widyonindito saat meresmikan proyek tahun anggaran 2013 di Gedung Kyai Sepanjang, kemarin (27/3).
“Gedung Perpusda lama di Jalan Pahlawan dengan ruang baca yang terbatas seperti itu mampu dikunjungi sejumlah itu. Saya harap setelah kepindahan, minat baca masyarakat Kota Magelang terus meningkat. Karena buku adalah jendela dunia,” tegas Sigit.
Ia berharap seiring adanya gedung baru tersebut, pelayanan pada masyarakat dilakukan optimal. Sigit menilai, di gedung yang baru tersebut kondisinya lebih nyaman. Apalagi dilengkapi ruangan ber-AC dan fasilitas hot spot.
Selain itu, ruang baca di Kantor Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi yang baru ini juga luas. Terdapat ruangan referensi, audiovisual, dan lainnya. Para pengunjung bisa mencari referensi buku yang ada, maupun informasi yang ada dengan mengakses lewat komputer.
“Kami berharap dengan peningkatan minat baca, wawasan masyarakat akan semakin meningkat, diiringi dengan SDM yang berkualitas,” tuturnya.
Sigit meminta, adanya partisipasi aktif dari warga terkait gedung baru perpustakaan. Saat ini, Kantor Perpusda memiliki 39.875 koleksi buku. Warga, diharapkan bisa menyumbang referensi buku-buku di perpusatakaan tersebut.
Sementara itu Sekda Drs Sugiharto melaporkan, program kegiatan yang dilaksanakan pada 2013 sebanyak 3.535 program dan 2.733 kegiatan dengan anggaran Rp 367,614 miliar. Ini termasuk pembangunan Pasar Rejowinangun yang sejak 12 Maret 2014 ditempati pedagang untuk berjualan.
Rinciannya, kegiatan fisik konstruksi 128 dengan anggaran Rp 110,121 miliar. Kegiatan fisik nonkonstruksi 193 dengan anggaran Rp 31,447 miliar. Kemudian, kegiatan nonfisik 2.412 dengan anggaran Rp 226,046 miliar. Tujuannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(dem/hes)