• Dirikan Jogja Art X-tion (JAX)

JOGJA – Perkembangan seni yang semakin pesat, membuat manajemen XT Square melirik potensi yang dimiliki. Atas kerjasama bersama kalangan dunia pendidikan seni dan berbagai komunitas pekerja seni di Jogjakarta didirikanlah Jogja Art X-tion (JAX).
Sebagai tanda berdirinya JAX, Xt Square menggelar pameran bertajuk Jogja Art X-tion #1. Pameran perdana JAX ini menyajikan karya dari 52 seniman lukis Jogjakarta. Pameran akan berlangsung hingga 31 Maret mendatang di gedung Umar Kayam, Kompleks Xt Square. Direktur Operasional dan Pemasaran XT Square Widihasto Wasana Putra mengharapkan pameran ini bisa menjadi stimulus seni.
“Harapannya bisa menjadi stimulus seni untuk program reguler seni rupa di XT Square. Ini juga sesuai dengan misi yang menjadikan kawasan wisata seni budaya di XT Square,” kata Hasto kemarin (27/3).
JAX memiliki sisi unik, yakni tidak hanya menyajikan sebuah hasil karya seni. Dalam pameran ini tersaji pula proses pembuatan sebuah karya seni. Selama pameran juga berlangsung demonstrasi pembuatan batik, patung dan sketsa wajah.
Salah seorang seniman yang berpameran Guntur Songgo Langit menyebutkan, pameran ini memang dikemas dengan konsep yang berbeda. Menurut Guntur karya seni itu sejatinya tidak hanya mengacu pada hasil, namun juga proses pembuatannya.
Sehingga dalam pameran ini setiap pengunjung yang hadir bisa melihat langsung proses berkesenian ini. Tujuannya agar pengunjung awam mengetahui proses penciptaan yang juga memiliki nilai seni. Itu dimulai dari proses konsep hingga eksekusi pun memiliki esensi seni sendiri.
“Selama ini pengunjung selalu menonton hasil yang sudah jadi, namun jarang melihat proses. Tentunya jika melihat secara komplek ini bisa menjadi tambahan pengetahuan. Apalagi dalam proses ini, para seniman dituntut untuk kreatif untuk menghasilkan karya yang memiliki nilai seni tinggi,” kata Guntur.
Keunikan lain dari pameran ini adalah mampu menggandeng seniman lintas generasi. Para seniman ini terdiri dari siswa-siswa Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR), mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta, dan seniman umum lainnya. Kolaborasi unik pun tersaji dari setiap generasi seniman.
Hasto menambahkan dengan kolaborasi lintas generasi ini bisa terlihat keragaman ide para seniman. Tentunya setiap generasi memiliki karakter dan gaya yang berbeda. Keragaman ini menurut Hasto menjadi kunci kuat dalam dunia berkesenian di Jogjakarta. “Selain itu ini juga menampilkan kekayaan karya seni yang dimiliki oleh Jogjakarta,” kata Hasto.
Pameran Jogja Art X-tion #1 ini merupakan lanjutan dari kegiatan yang dilakukan JAX pada Desember 2013. Pameran ini juga turut menyajikan karya melukis bersama dalam rangka merayakan kelahiran Wayah Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X.
“Itulah mengapa ada #1 dalam tajuk judul pameran, tujuannya agar menjadi pintu gerbang bagi pameran selanjutnya. Ini juga wujud dari XT Square sebagai terminal berkesenian di Jogjakarta,” kata Hasto. (dwi/din)

  • Pameran Gandeng Seniman Lintas Generasi