Memperjuangkan kepentingan perempuan Jogjakarta merupakan salah satu semangat yang mendorong majunya Wahyuti Limiany Rahayu sebagai calon anggota legislatif DPR RI dari Partai Demokrat. Angka kekerasan terhadap perempuan di tanah kelahirannya itu menyita perhatian caleg nomor urut 3 ini.
“Perempuan Jogjakarta harus mendapatkan perhatian yang selayaknya, terutama kekerasan terhadap perempuan jumlahnya harus ditekan seminimal mungkin,” ujar Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kerjasama (STIEKERS) Bantul ini.
Dari sejumlah data yang beredar di media, kekerasan terhadap perempuan di Indonesia mencapai 119.107 kasus. Jogjakarta sendiri masuk dalam 10 besar daerah yang memiliki tingkat kekerasan tertinggi terhadap perempuan, dengan jumlah 4.154 kasus. Di mana, 3.996 merupakan kasus kekerasan terhadap rumah tangga dan 158 kasus lainnya terjadi di ranah komunitas.
“Ini memprihatinkan dan sudah sepantasnya saya sebagai perempuan juga turut memperjuangkan kepentingan sesama perempuan,” ujar perempuan kelahiran Sleman ini.Wanita yang memiliki kedekatan dengan sejumlah aktivis HAM dan aktivis pejuang perempuan ini juga sudah melakukan sejumlah studi tentang fakta-fakta kasus yang menimpa perempuan, khususnya di Jogjakara. “Perjuangan Saya untuk kaum perempuan akan optimal jika bisa menyuarakan langsung kepentingan perempuan Jogja di DPR nantinya,” ucapnya dalam sebuah kegiatan sosialisasi di Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman.
Mbak Wahyu, sapaan akrabnya, juga mengungkapkan bahwa persoalan perempuan bukan semata soal kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Tetapi, juga persoalan yang dihadapi oleh para perempuan yang menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di luar negeri.
“Saya ingin agar jumlah perempuan yang menjadi TKW di luar negeri jumlahnya menjadi berkurang. Artinya peluang kerja bagi perempuan di dalam negeri, khususnya di Jogja harus ditingkatkan,” kata perempuan berkulit putih ini.
Hal Ini penting, kata Wahyuti, agar kaum perempuan bisa secara langsung mengawasi generasi penerus, yaitu anak-anak yang mereka lahirkan. “Bayangkan generasi penerus kita, anak-anak kita, jika tumbuh dan besar tanpa kehadiran ibu mereka, karena menjadi TKW?” ujarnya lagi.
Tidak heran jika hampir di semua kegiatan sosialisasinya selama ini, Wahyuti Limiany Rahayu selalu membawa isu keberpihakan terhadap perempuan. Isu perempuan bagi Wahyuti adalah hal wajib yang akan dibawanya nanti jika terpilih di Senayan. “Perempuan itu penjaga kelanjutan generasi, jadi memang harus mendapatkan hak-hak yang semestinya,” kata perempuan bermata cokelat ini.
“Jika bukan perempuan Jogja yang memperjuangkan kepentingan perempuan Jogjakarta, lalu siapa lagi?” tutupnya. (*/amd)