TPS 19 Kampung Suronegaran RW 10, Kelurahan Purworejo juga dikemas dengan konsep berbeda dan unik. Ruangan bilik suara tempat pencoblosan dihiasi Batik Adipurwo, batik khas Purworejo. Ini dilakukan panitia untuk menarik simpatik warga dalam memberikan hak suara pada pemilu legislatif.
“Kami ikut melestarikan budaya batik yang dinyatakan warisan budaya dunia,” kata Istiyanto, ketua Panitia KPPS, kemarin (9/4).
Istiyanto melanjutkan, Kampung Suronegaran khususnya RW 10, setiap pelaksanaan pemilu selalu mengangkat konsep beda. Tujuannya menarik minat orang hadir keTPS memberikan hak suara.
“Pada pemilu sebelumnya, kami menghias TPS dengan konsep piala dunia. Waktu itu pelaksanaan pemilu bertepatan digelarnya piala dunia. Dalam pemilu ini, kami menampilkan Batik Adipurwo, bisa mengenalkan dan melestarikan budaya batik,” katanya.
Menurut Istiyanto, Batik Adipurwo yang digunakan menghias TPS merupakan koleksi anggota panitia KPPS RW setempat. Upaya ini dinilai ampuh menarik warga ke TPS.
“Belum mampu mengajak warga secara keseluruhan. Persentase pemilih dari tahun ke tahun meningkat. Dari 54 persen naik jadi 58 persen pada tahun lalu. Tahun ini, targenya lebih dari 60 persen,” ucapnya.
Ditambahkan Istiyanto, Kampung Suronegaran RW 10 dihuni 400 kepala keluarga (KK). Sementara itu, jumlah DPT yang terdata 426 jiwa.
“Pencobosan berlangsung hingga pukul 14.00. Kami berharap pelaksanaan pemilu legislatif tahun ini berjalan sukses,” katanya.
Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg saat melakukan road show bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD), Kapolres Purworejo AKBP Roma Hutajulu, Dandim 0708/Purworejo Letkol Inf Arry Sundoro, Sekda Purworejo Tri Handoyo, perwakilan Kejaksaan Negeri, dan jajaran penyelenggara pemilu dan unsur Desk Pemilu Pemkab Purworejo mengapresiasi panitia KPPS TPS 19 Suronegaran.
“Desain TPS ini unik karena diwarnai dengan Batik Adipurwo yang merupakan batik khas Purworejo. Pemkab mengapresiasi ide kreatif ini,” katanya.(tom/hes)