JOGJA – Hujan mengguyur sebagian wilayah Jogjakarta kemarin (27/4). Sejumlah ruas jalan sempat tergenang akibat hujan yang terjadi beberapa jam sejak siang hingga sore itu.
Hujan cukup deras itu disambut hangat sejumlah warga. Rahma Dyah, mahasiswa perguruan tinggi di Jogjakarta, menyatakan senang dengan hujan yang turun tersebut. Dia menyebut hujan itu membawa kesejukan.
“Lumayan. Lumayan sejuk. Kan sejak beberapa hari terakhir rasanya begitu panas,” kata dia.
Hal hampir sama dinyatakan Haryanto. Pemuda yang mengaku tinggal di Ngampilan, Jogja, tersebut menyatakan hujan kemarin cukup untuk memberikan suasana lain di Kota Jogja. Menurutnya, dalam rentang beberapa pecan terakhir memang sering gerimis. Tapi, jarang turun hujan dengan intensitas lumayan tinggi.
“Apapun cuacanya ya disyukuri. Hujan juga membawa berkah kok,” kata tukang ojek itu.
Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Jogjakarta menyebutkan periode April masih masuk musim penghujan. Musim kemarau diperkirakan terjadi pada Mei mendatang.
BMKG juga menyatakan, saat ini merupakan pancaroba. Periode peralihan antara penghujan ke kemarau. Musim pancaroba itu biasa terjadi pada rentang Maret hingga Oktober.
Berdasar informasi di ditus BMKG, cuaca di Jogjakarta untuk hari-hari ini adalah hujan ringan. Suhu diperkirakan antara 22 hingga 32 derajat Celcius.
Sedangkan kelembaban udara disebutkan antara 63 hingga 95 persen. Kecepatan angin rata-rata 15 kilometer per jam dengan arah embusan ke barat daya.
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Jogjakarta Toni Agus Wijaya menyatakan, Jogjakarta memang sudah memasuki pancaroba. Saat berlangsung pancaroba biasanya sering terjadi cuaca yang berubah secara tiba-tiba.
Perubahan cuaca yang terjadi mendadak itu dapat memicu terjadinya angin kencang. “Tidak perlu panik,” jelasnya beberapa waktu lalu. (hrp/eri/amd)
Potensi Angin Kencang, Tak Perlu Panik