MAGELANG – Pereli asal Jawa Timur Edwin berhasil menjuarai reli mobil kuno yang digelar oleh Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) Jateng. Driver dengan nomor start 49 yang didampingi Navogator I Hady dan Navigator II Iwan tersebut mampu mencatatkan waktu tercepat tanpa melewatkan satu pos yang tersedia di sepanjang rute.
Edwin yang mengendarai mobil Sedan Datsun produksi tahun 1972 tersebut berhak mendapatkan piala bergilir. Juga uang pembinaan sebesar Rp 1 juta dalam reli yang berlangsung dua hari, Sabtu (26/4) dan Minggu (27/4).
Sementara itu, juara kedua diraih Gusti Priya asal Jogjakarta. Dia menempuh rute ratusan kilometer itu dengan mengendarai Fiat 100 tahun 1955. Sedangkan juara ketiga, juga berasal dari Jogjakarta yaitu Handal Prabowo dengan mengendrai VW Kombi tahun 1974. Sedangkan dua pereli asal Magelang Alvin dan Ronny Pramudito hanya meraih juara harapan satu dan dua.
“Yang mendapat uang pembinaan hanya juara satu sampai tiga. Meskipun nominal hadiahnya tidak seberapa, namun tidak mengurangi antusiasme peserta reli,” kata Wakil Ketua Seksi Reli Mobil Kuno, Arif Barata Sakti, Senin (28/4).
Sedangkan untuk kelas Retro, juaranya direbut pereli asal Temanggung Yudi Hermawan/Yunita. Yudi Hermawan kemarin mengendarai mobil Mercedes Mini 280 tahun 1975. Sedangkan untuk kategori mobil baru, juara satu berhasil diraih oleh peserta dengan nomor start 131 Dewi Setyawan dengan mengendarai Daihatsu Terios 2013.
Total peserta kegiatan rangkaian peringatan hari jadi ke-1108 Kota Magelang ini setidaknya diikuti oleh 163 orang menggunakan mobil kuno. Jumlah tersebut berbeda dari rencana sebelumnya karena lima peserta diantaranya dianggap mengundurkan diri.
Pengumuman dan penyerahan hadiah berlangsung di Pendopo Pengabdian Wali Kota Magelang, Minggu malam (27/4) lalu. Hadir dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota Magelang Joko Prasetyo, Sekda Sugiharto, dan sejumlah pengurus PPMKI.
Wakil Wali Kota Magelang Joko Prasetyo mengatakan penobatan pemenangan ini bukan karena produksi mobil terkuno maupun kendaraan tercantik. Melainkan, karena ketepatan waktu dan kecepatan pengendara melintasi rute yang disediakan panitia.
“Pihak panitia juga mewajibkan ratusan pereli tersebut melaporkan diri di pos-pos yang disediakan dalam rute sepanjang 125 kilometer,” terangnya. (dem/ila)