JANGAN samakan permainan kartu tarot dengan klenik. Itulah yang ingin disebarluaskan oleh para penggemar kartu tarot. Salah satu penggemar kartu tarot itu adalah Tabhita Alfareza. Bitha sapaannya, mengatakan, kartu tarot merupakan media belajar untuk memahami karakter klien. Dalam mekanisme permainan tarot sendiri, seorang klien mengambil salah satu kartu. Setelah itu baru dijabarkan kepada klien tentang kartu yang diambil sesuai persoalannya. “Hanya sebatas pemahaman, itu saja. Sama sekali tidak ada unsur kleniknya. Kartu tarot sebagai media untuk menggambarkan karakter orang dan persoalan hidup,” kata Bhita kepada Radar Jogja, kemarin (21/6).
Pada umumnya permainan kartu tarot identik dengan ramalan dan prediksi. Bitha menegaskan bahwa hobi ini cenderung membantu persoalan klien yang sedang menghadapi permasalahan hidup. Tetapi ada saja yang ingin memanfaatkannya ke arah negatif. Dengan demikian, seorang pembaca kartu tarot harus benar-benar memahami dan mengerti apa itu tarot. Baik fungsi dan kegunaan, termasuk kode etik yang diemban oleh para pembaca kartu tarot. Sehingga keahliannya itu tidak digunakan untuk membantu hal-hal yang negatif. “Kita harus belajar dulu, apa itu tarot. Tidak semudah itu kita para pembaca tarot memberikan definisi ke arah yang tidak baik,” ungkapnya.
Hal senada dikatakan Almanye T Yudo. Pria asli Jogja ini sudah lama belajar membaca kartu tarot. Secara umum, masing-masing kartu tarot memiliki karakter sesuai gambar yang ada didalam kartu tersebut. Misalnya kartu yang bergambar tokoh-tokoh pewayangan, tentu memiliki karakter sendiri. “Pembaca kartu tarot memiliki idola berbeda-beda soal kartu. Kalau saya orang Jawa, lebih suka kartu tarot bergambar tokoh-tokoh pewayangan,” kata Al, sapaannya.
Pria yang cukup lama mendalami hobi kartu tarot ini mengaku dengan belajar tarot bisa memahami karakter orang. Juga bisa mengetahui perjalanan hidup orang lain. Sehingga hal itu bisa menjadi pembelajaran pribadinya. “Manfaatnya jelas, saya lebih banyak mengetahui perjalanan dari sekian banyak orang,” katanya. (fid/ila)

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

JANGAN samakan permainan kartu tarot dengan klenik. Itulah yang ingin disebarluaskan oleh para penggemar kartu tarot. Salah satu penggemar kartu tarot itu adalah Tabhita Alfareza. Bitha sapaannya, mengatakan, kartu tarot merupakan media belajar untuk memahami karakter klien. Dalam mekanisme permainan tarot sendiri, seorang klien mengambil salah satu kartu. Setelah itu baru dijabarkan kepada klien tentang kartu yang diambil sesuai persoalannya.
“Hanya sebatas pemahaman, itu saja. Sama sekali tidak ada unsur kleniknya. Kartu tarot sebagai media untuk menggambarkan karakter orang dan persoalan hidup,” kata Bhita kepada Radar Jogja, kemarin (21/6).
Pada umumnya permainan kartu tarot identik dengan ramalan dan prediksi. Bitha menegaskan bahwa hobi ini cenderung membantu persoalan klien yang sedang menghadapi permasalahan hidup. Tetapi ada saja yang ingin memanfaatkannya ke arah negatif.
Dengan demikian, seorang pembaca kartu tarot harus benar-benar memahami dan mengerti apa itu tarot. Baik fungsi dan kegunaan, termasuk kode etik yang diemban oleh para pembaca kartu tarot. Sehingga keahliannya itu tidak digunakan untuk membantu hal-hal yang negatif.
“Kita harus belajar dulu, apa itu tarot. Tidak semudah itu kita para pembaca tarot memberikan definisi ke arah yang tidak baik,” ungkapnya.
Hal senada dikatakan Almanye T Yudo. Pria asli Jogja ini sudah lama belajar membaca kartu tarot. Secara umum, masing-masing kartu tarot memiliki karakter sesuai gambar yang ada didalam kartu tersebut. Misalnya kartu yang bergambar tokoh-tokoh pewayangan, tentu memiliki karakter sendiri.
“Pembaca kartu tarot memiliki idola berbeda-beda soal kartu. Kalau saya orang Jawa, lebih suka kartu tarot bergambar tokoh-tokoh pewayangan,” kata Al, sapaannya.
Pria yang cukup lama mendalami hobi kartu tarot ini mengaku dengan belajar tarot bisa memahami karakter orang. Juga bisa mengetahui perjalanan hidup orang lain. Sehingga hal itu bisa menjadi pembelajaran pribadinya. “Manfaatnya jelas, saya lebih banyak mengetahui perjalanan dari sekian banyak orang,” katanya. (fid/ila)