SEMIN – Menekan terjadinya lonjakan harga di pasar menjelang ramadan, Pemkab Gunungkidul menggelar pasar murah. Kemarin (23/6) pasar murah dibuka di Kecamatan Semin dan menyasar 200 kepala keluarga (KK) miskin.Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag dan UKM DIJ Eko Witoyo berharap melalui kegiatan tersebut masyarakat miskin mendapatkan kesempatan belanja murah. Selain itu, pelaku usaha kecil menengah (UKM) juga ikut memasarkan produknya dengan harga terjangkau.”Pasar murah ini untuk menekan kenaikan harga sembako (sembilan bahan pokok) menjelang ramadan,” kata Eko di sela pasar murah di Kecamatan Semin.Eko mengatakan pasar murah diharapkan menekan harga sembako agar tidak semakin melambung. Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin pemerintah setiap menjelang ramadan. Bertujuan memberikan dampak langsung kepada masyarakat. “Untuk mendapatkan harga murah dibanding harga pasar,” terangnya.
Menurut Eko, sebanyak 200 KK kurang mampu penerima program pasar murah mendapatkan sejumlah paket sembako. Di antaranya, beras tiga kilogram seharga Rp 27.000, disubsidi Rp 18.000, sehingga hanya dijual Rp 9.000. Harga telor semula Rp 20.000 disubsidi Rp 12.000 dan dijual Rp 8.000. Termasuk minyak goreng seharga Rp 11.750 diberi keringanan Rp 5.000. Ayam potong setengah kilo normalnya Rp 15.000 disubsidi Rp 10 ribu dan dijual ke masyarakat Rp 5 ribu. “Total subsidi untuk tiap KK sasaran mencapai Rp 50.000,” jelasnya.Dikatakan, pasar murah kerjasama disperindagkop dan UKM dan Perwakilan Bank Indonesia Jogjakarta serta Badan Musyawarah Perbankan DIJ terus berlanjut. Beberapa hari ke depan giliran menyasar warga kurang mampu di Kecamatan Playen.
Sesuai jadwal, kegiatan pasar murah bakal dilakukan selama dua hari, Kamis (26/6) hingga Jumat (27/6). Pasar murah dibuka pukul 08.00 hingga pukul 14.30. “Semoga bermanfaat,” ucapnya. (gun/iwa)