MUNGKID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magelang terus melakukan sortir kertas suara yang ada. Ini dilakukan di tengah kekurangan logistik pemilihan presiden (pilpres), berupa kertas suara.Sejauh ini, sudah dilakukan sortir kertas suara sebanyak 978.834 lembar. Adapun lokasi penyortiran di Balai Desa Deyangan Kecamatan Mertoyudan. Sebanyak 348 orang dilibatkan pada pelipatan kertas suara tersebut.Sesuai rencana, tahapan sortir dan pelipatan direncanakan selama tiga hari. Yakni, mulai Selasa (24/6) hingga Kamis besok (26/6). Setiap oang yang terlibat, diberikan upah sebesar Rp 60 per lembar surat suara dan mereka menjadi tenaga pelipat kertas suara.
“Pelipatan kertas suara pilpres lebih mudah dari pelipatan surat suara pemilihan leislatif. Sehingga tidak sampai tiga hari sortir kertas suara dimungkinkan selesai,” kata Ketua KPU Kabupaten Magelang Affifudin di sela-sela meninjau pelaksanaan pelipatan surat suara pilpres di Balai Desa Deyangan kemarin (24/6).Menurut Affif-sapaan akrab Affifudin, pelipatan bisa berlangsung lebih cepat dari rencana karena lebih mudah. Berbeda dengan pileg lalu, kertas suara pilpres tiba di kantor KPU Kabupaten Magelang dalam keadaan terbuka. Karena itu, hingga pelipatan selesai, setiap oranng dimungkinkan hanya perlu melipat sekitar dua kali setiap surat suara.
“Jika satu hari hingga satu setengah hari selesai, akan ditutup. Kemudian segera kami minta surat suara yang masih kurang,” imbuhnya.Mantan ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Magelang itu mengatakan, KPU juga menunggu kiriman kekurangan 1.431 surat suara yang hingga kemarin (24/6) belum dikirim dari KPU Pusat. KPU Kabupaten Magelang masih menunggu segel untuk TPS pilpres sebanyak 97.152 buah.Selain itu, lembaga ini masih menunggu templete sebanyak 2.896 yang belum datang. “Kami juga kekurangan sampul untuk dua kecamatan sebanyak 722 lembar. Untuk surat suara sendiri, kami masih kurang 1.431 lembar. Itu belum ditambah hasil penyortiran. Kalau nanti ditemukan surat suara rusak, tentu jumlahnya bisa bertambah dari 1.431 lembar itu,” katanya.
Pada proses sortir, beberapa ditemukan kertas suara yang dipotong melebihi atau kurang dari batas. Selain itu, dalam penyortiran juga ditemukan tinta kops surat suara agak pudar. Afif merencanakan mengganti kertas suara yang potongan kertasnya tidak sesuai.”Kurang segel, templete, sampul, dan surat suara. Untuk formulir dan perlengkapan lainnya, sejauh ini sudah komplit,” katanya.Sementara itu, Komisioner KPU Kabupaten Magelang Reni Pudiastuti mengatakan usai kertas suara selesai disortir semua, KPU melanjutkan tahapan pilpres. Yakni, KPU mengirimkan kertas suara ke masing-masing PPS. Dari tiap PPS, selanjutnya disalurkan ke TPS masing-masing desa.(ady/hes)