JOGJA-PSIM Jogja nampaknya memiliki potensi menjajal tim sepadan dalam sesi latih tanding Bulan Ramadan. Ada beberapa klub yang tertarik menjajal kekuatan Topas Pamungkas dkk di Stadion Mandala Krida.Itu disampaikan pelatih PSIM Jogja Seto Nurdiyantara usai memimpin anak asuhnya menghadapi Sleman United (SU) di Stadion Mandala Krida kemarin (25/6). Klub itu adalah Persires Kuningan FC.Namun pertandingan kontra eks peserta Divisi Utama versi Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) baru sekedar wacana dan belum ada pembicaraan serius dengan tim berjuluk Macan Ali tersebut. “Tunggu saja perkembangannya,” kata Seto.Seto berharap laga itu terealisasi. Sebab demi mempersiapkan tim jelang empat pertandingan terakhir Divisi Utama Grup 5, PSIM butuh bertanding dengan tim sepadan. Itu guna menguji kesiapan tim memperebutkan tiket babak 16 besar. “Biar bagaimanapun anak-anak perlu diuji dengan tim berlevel cukup tinggi,” tegasnya.
Selain Persires, calon peserta Liga Nusantara regional Jawa Tengah (Jateng Persab Brebes juga tertarik menguji kemampuan PSIM.Dalam uji coba kemarin, PSIM mampu mengalahkan SU 2-1. Babak pertama berakhir dengan kedudukan 1-1. PSIM unggul lebih dulu melalui gol Joni Sukirta. Namun SU berhasil membalas lewat penyerang mereka Andi Sandria. Di babak pertama PSIM menggunakan formasi 3-4-1-2.Di babak kedua, PSIM merubah formasi ke patron awal 4-2-3-1. Hasilnya mereka bisa mendominasi permainan. PSIM mampu memastikan kemenangan 2-1 lewat gol Rangga Muslim Perkasa.Seto menuturkan uji coba kemarin belum benar-benar memberikan ujian pada PSIM, terutama di sisi pertahanan. Awalnya Seto berharap SU bisa tampil menekan. Namun kenyataannya SU justeru lebih banyak menunggu PSIM melakukan serangan. Tapi secara umum Seto puas dengan permainan PSIM. Ya anak-anak asuhnya dapat tampil baik dengan dua formasi yang ia pasang 3-4-1-2 dan 4-2-3-1. Namun Seto masih menyesalkan momen-momen dimana anak asuhnya menunjukkan emosi berlebihan. “Anak-anak harus lebih bisa mengontrol emosi,” jelasnya. (nes/din)