SLEMAN – Prahara telat gaji yang dialami PSS Sleman nampaknya tidak akan berakhir dengan cepat. Hingga kemarin (26/6), manajemen PSS Sleman ternyata masih belum memiliki dana yang cukup untuk memenuhi hak Anang Hadi dkk. Dengan begitu hampir dipastikan para pemain menjalani awal Ramadan tanpa menerima gaji Bulan Juni. Sesuai dengan klausul kontrak, gaji para pemain PSS seharusnya dibayarkan setiap tanggal 24. Dengan begitu, manajemen Super Elja sudah telat memenuhi kewajiban selama tiga hari. Ironisnya manajemen belum bisa memastikan kapan mereka dapat mencairkan gaji pemain serta ofisial.
Manajer PSS Sukoco menandaskan PSS memang tengah diderita kesulitan keuangan cukup berat. Hal ini disebabkan libur kompetisi yang terlalu lama akibat gelaran Piala Dunia 2014, Ramadan serta Pemilu Presiden (Pilpres) 2014. “Ya, libur kompetisi yang terlalu lama memang sangat memberatkan kami,” jelasnya. Hal itu diperparah dengan tidak efektifnya menggelar laga uji coba. Ya, uji coba yang digelar PSS baru-baru ini kontra PSMP Mojokerto Putra gagal menghasilkan pemasukan signifikan, hanya Rp 120 juta. Itu jelas tidak memberikan banyak laba mengingat biaya operasional laga selama masa kampanye Pilpres membengkak.
Sukoco menyatakan bakal mengusahakan agar gji dapat terbayarkan paling lambat akhir bulan ini. Namun hal tersebut tidak mudah karena hingga saat ini belum muncul tanda-tanda adanya pihak yang bersedia memberikan talangan. Kondisi ini tentunya bakal segera dilaporkan Koco pada dewan direksi PT Putra Sleman Sembada (PT PSS). “Tentunya kami akan mengusahakan secepatnya. Namun jujur tak ada jaminan akhir bulan ini anak-anak sudah gajian. Sebab belum ada tanda-tanda adanya aliran dana yang masuk, paparnya
Dia memastikan PSS tidak akan menggelar laga uji coba pada awal puasa. Ya, berkaca pada kegagalan laga kontra PSMP meraup untung rupanya manajemen dan panpel kapok mengadakan pertandingan di masa kampanye Pilpres. Namun setelah Pilpres Koco memastikan PSS akan menjamu dua tim yang cukup memiliki nama besar di kancah persepakbolaan Indonesia. Ya, dua tim yang dimaksud Koco ialah peserta Indonesian Super League (ISL) Persela Lamongan dan klub Divisi Utama PSIS Semarang. Dengan nama besar yang dimiliki kedua klub Sukoco berharap PSS mampu mendapatkan pemasukan sangat signifikan. “Uji coba bulan puasa tetap ada namun dihelat setelah Pilpres. Ya, kami harus belajar dari apa yang terjadi pada laga melawan PSMP,” terangnya.
Kapten PSS Anang Hadi malah mengaku belum tahu jika bayarannya belum disetorkan manajemen. Pemain bernomor punggung delapan tersebut mwngaku belum sempat melihat isi rekening tabungannya. Namun seandainya telat Anang optimistis hal tersebut tidak akan terjadi berbulan-bulan. Sebab PSS terkenal sebagai tim DIJ dengan administasi terbaik. “Manajemen PSS professional kok. Saya optimistis gaji tidak akan tertunggak lama,” ucapnya. (nes/din)