SLEMAN – Tentara Nasional Indonesia (TNI) wajib terus mengembangkan kualitas dan kapasitas jajarannya. TNI mesti mendidik perwira terbaik. Sebab, mereka akan menjadi bagian dari kekuatan TNI yang tangguh dan andal untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).Hal itu diungkapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat melantik perwira remaja TNI (Prasetia Perwira) di kompleks AAU Jogjakarta kemarin (26/6). “TNI tidak pernah absen dalam mengabdi kepada negara,” jelasnya.Upacara pelantikan perwira remaja dimulai pukul 09.00. Hadir kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, Panglima TNI Jenderal Moledoko, Kapolri Jenderal Polisi Sutarman, dan Gubernur DIJ Hamengku Buwono X.
SBY menyebutkan, pelantikan ini adalah kali terakhir baginya dalam kapasitas sebagai presiden. “Dalam upacara prasetia, ini adalah yang terakhir di mana saya bertindak sebagai Presiden,” kata SBY.SBY melanjutkan, sejak mulai dilantik seluruh perwira remaja itu resmi menjalankan profesinya di bidang ketentaraan. Sejak pelantikan tersebut, tegasnya, mereka akan menemui jalan panjang yang penuh tantangan. Namun, kata SBY, tugas tersebut adalah mulia. Untuk itu, selama menjalankan tugas wajib disertai dengan jiwa semangat yang tinggi. “Kalian masuk jajaran tentara Indonesia. TNI harus selalu siap dengan kemampuan tinggi untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI,” ujarnya.Ada ratusan perwira remaja yang dilantik. Rinciannya, 249 dari Akademi Militer, 99 dari Akademi Angkatan Laut, dan 105 dari Akademi Angkatan Udara.
Dalam kesempatan itu, SBY juga memberikan penghargaan Adhi Makayasa terhadap tiga lulusan terbaik. Yakni, Letda Inf Tegar Aji Widhiwardhana yang merupakan lulusan Akmil, Letda Laut Agistya Pranda dari lulusan AAL Surabaya, dan Letda Lek Chandra Ari Wijaya dari lulusan AAU Jogjakarta. (fid/amd)