JOGJA – Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Jogja menemukan sejumlah pelanggaran administrasi selama masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK/MA. Pelanggaran itu terjadi karena panitia PPBD tidak menjalankan amanat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kota Jogja 188/638 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Satuan Pendidikan dengan Sistem Real Time Online (RTO).
Panitia PPDB dinilai tidak teliti dan konsekuen menerapkan aturan yang sudah dikeluarkan Pemkot Jogja. Aturan yang dimaksud adalah setiap calon peserta didik wajib melampirkan kartu keluarga (KK) atau C1 ketika mendaftar ke sekolah yang dituju. “Temuan ini sama seperti PPBD 2013. Banyak calon siswa tidak menyertakan KK saat mendaftar,” kata Anggota Forpi Jogja Baharudin Kamba, kemarin.
Menurut dia, penyertaan KK sangat penting. Selain untuk arsip, kegunaan KK untuk memastikan bahwa calon siswa merupakan bagian dari anggota keluarga yang ada dalam KK tersebut. Sebab, bila tak ada KK maka sekolah akan kesulitan mengetahui identitas dan asal usul calon siswa tersebut. “Jika terjadi apa-apa pada siswa tersebut, siapa yang bertanggung jawab? Tentu yang bertanggung jawab kepala keluarga yang tertera dalam KK tersebut,” kata Baharudin.
Selain tidak dilengkapi KK, berkas yang disampaikan calon peserta didik tidak dilengkapi surat keterangan dari RT dan RW. Keterangan Ketua RT/RW diperlukan terutama bagi calon peserta didik yang datang dari luar Jogjakarta. Calon siswa harus mencantumkan keterangan RT/RW dimana ia tinggal. “KK dan surat keterangan RT/RW untuk memastikan bahwa calon siswa memang tinggal di alamat yang tertera dalam dokumen yang dikirimkan ke panitia PPBD,” kata Baharudin.
Temuan itu terjadi antara lain di SMK Negeri 6 Jogja dan sejumlah sekolah setingkat SMA di Kota Jogja. Selanjutnya, temuan disampaikan kepada kepala sekolah untuk segera ditindaklanjuti. Temuan juga dilaporkan ke Dinas Pendidikan Kota Jogja. “Sekolah perlu menambah petugas teknis. Sebab, banyak orang tua dan calon siswa yang kesulitan ketika akan mengisi formulir dan melengkapi berkas,” papar Baharudin.
Kepala Tata Usaha SMKN 6 Jogja Wardiyono mengatakan masukan Forpi akan segera ditindaklanjuti. Panitia akan segera menghubungi orang tua siswa agar segera melengkapi dokumen berupa KK dan surat keterangan RT/RW setempat. “Kami akan segera kabari orang tua calon siswa untuk melengkapi KK atau surat keterangan RT/RW,” jelas Wardiyono. (mar/iwa)