KALIGESING – Sepekan setelah banjir bandang yang menghanyutkan jembatan Dusun Mangunharjo di Desa Hulosobo, Kecamatan Kaligesing, baru terlihat ada kegiatan waga untuk menangani jembatan itu. Dipimpin oleh Kepala Desa Hulosobo Ngatiyah, warga melakukan pembongkaran areal parkir balai desa yang juga amblas menjadi korban keganasan banjir. “Kami menyingkirkan genting, atap dan penyangga areal parkir yang sebagian sudah terjun ke sungai dan terbawa arus. Hanya bagian depan yang bisa diselamatkan, kalau yang belakang sudah hilang,” terang Sekretaris Desa Hulosobo Sumaryanto (3/7).Dia menjelaskan, pemerintah desa memang baru sempat mengumpulkan para perangkat untuk bekerja bakti. Merapatkan apa yang akan dilakukan untuk penanganan jembatan yang menghubungkan Dusun Mangunharjo dan Sawah Indah dan akses menuju SD Hulosobo itu.
“Kalau membangun cepat kami rasa tidak mungkin. Paling banter kami baru akan membuat jembatan darurat dulu,” jelasnya. Menurut Sumaryanto, jembatan darurat itu sangat penting untuk segera dibangun. Lokasinya sekitar 20 meter di atas lokasi jembatan yang putus. Hal itu dimaksudkan agar tidak mengganggu jika jembatan lama akan dibangun kembali. Jembatan darurat itu nantinya hanya bisa dipergunakan untuk pejalan kaki. Sedangkan kendaraan roda empat tetap harus memutar melalui dusun terdekat. “Kami menggunakan bambu dulu, baru pakai sasak. Yang penting anak sekolah bisa ke sekolah dan warga bisa mencapai balai desa ini, sifatnya hanya sementara saja,” ujarnya.
Ngatiyah mengatakan kerugian akibat kerusakan jembatan itu mencapai Rp 350 juta. Jembatan tersebut dibangun 30 tahun lalu. “Padahal musim kemarau ini kami sebetulnya sudah berencana akan mengamankan jembatan dengan bronjong kawat biar lebih kuat. Tapi ternyata Allah berkehendak lain,” kata Ngatiyah. (tom/iwa)