PLAYEN – Keluarga mendiang Gusdur menandatangani pesan moral untuk capres terpilih agar menjaga semboyan Bhineka Tunggal Ika di atas kain. Aksi tersebut digelar umat persaudaraan lintas agama dan penganut kepercayaan tergabung dalam Forum Lintas Iman (FLI) Gunungkidul di Gereja Kristen Jawa Logandeng, Playen (6/7). Hadir dalam acara itu, istri mendiang Gusdur, Sinta Nuriah dan kedua putrinya, pendeta GKJ Logandeng Yogantoro Prasetyawan, Pendeta Cristiyono, Romo Lukas Heru Purnawan, Samanera Rahayu, Pinandite Sulistya, dan Aminuddin Aziz mewakili umat Nahdlatul Ulama (NU) Gunungkidul.
Dalam deklarasi tersebut Sinta Nuriah menandatangani petisi dan cap tangan di atas kain putih sepanjang lima meter bertuliskan Kami Titip Bhineka Tungga Ika. Kain tersebut akan dipasang di sekitar alun-alun Gunungkidul. “Kebhinekaan menjadi pertaruhan, bangsa ini akan dibawa oleh pemimpin yang baru,” kata Sinta. Yogantoro mengatakan Gunungkidul menjadi satu kabupaten di DIJ yang patut menjadi perhatian semua pihak. Termasuk pemerintah atas kasus-kasus intoleransi selama ini datang dari kelompok tertentu yang tidak memahami penting menjaga kemajemukan masyarakat. Koordinator Aliansi Bhenneka Tunggal Ika (ANBTI) Dwi Rusjiyati Agnes mengatakan sahur keliling Sinta Nuraiah di sejumlah provinsi di Indonesia menjadi agenda rutin ramadan. Kegiatan ini memberikan perhatian bagi masyarakat marginal, kaum miskin, anak yatim piatu dan masyarakat terlantar yang tidak mendapatkan perhatian pemerintah. Sebelumnya, Sinta Nuriah juga mengikuti kegiatan sahur bersama di Ponpes Darul Quran, Ledoksari, Kepek, Wonosari. dalam kesempatan itu, pihaknya meminta kepada santri untuk meningkatkan ibadah ramadan. (gun/iwa)