OPHIO Jogja Reptiles Club merupakan sebuah wadah bagi mereka yang memiliki satu pandangan mengenai misi melestarikan dan menjaga satwa di Indonesia. Baik itu yang dilindungi, maupun satwa yang saat ini sukar dijumpai di alam bebas.
Ophio Jogja Reptiles Club sendiri konsisten melakukan itu, termasuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai satwa. Ketua Ophio Jogja Reptiles Club Denny Purniawan mengatakan selama ini jika ada orang melihat ular, lebih cenderung langsung dibunuh. Padahal, setiap satwa liar memiliki habitat masing-masing. “Contohnya saja di rumah melihat ular, kemungkinan besar dibunuh kan,” kata Denny setengah bertanya.
Nah dengan salah satu pengalaman itulah, maka Ophio berkomitmen untuk mengenalkan bahwa satwa liar jenis reptile tidak menjadi ancaman. Justru dari hewan tersebut, masyarakat umum bisa lebih mengenal tentang berbagai karakter yang melekat pada reptile tersebut.
Ophio sendiri memiliki visi misi melestarikan keanekaragaman hayati fauna reptile di DIJ, Indonesia dan dunia. Selain itu, organisasi peduli reptile yang berdiri sejak 2002 ini juga ingin meningkatkan populasi satwa reptile sehingga dapat mengurangi perburuan liar. “Terpenting memberikan edukasi kepada masyarakat tentang reptile, khususnya untuk ular,” ungkapnya.
Salah satu anggota Ophio Jogja Reptiles Club Dwi Noviantoro mengungkapan komunitas ini sebagai tempat kerja dengan hobi yang sama. Salah satu prioritas yang diusung dalam komunitas ini, ketika melakukan edukasi mewajibkan anggotanya membawa satwa.
Misalnya saja melakukan edukasi ke sekolah-sekolah di Jogja. Para siswa akan lebih antusias dan cepat memahami jika pembelajaran mengenai satwa khususnya reptile bisa diperlihatkan contohnya langsung dibanding hanya melihat dari gambar saja. “Siswa lebih cepat menangkap berbagai ilmu yang ada mengenai satwa reptile,” katanya. (fid/ila)