SLEMAN – PSS Sleman nampaknya bakal kembali menghadapi prahara telat gaji seperti bulan lalu. Penyebabnya tidak lain karena kegagalan menyelenggarakan pertandingan uji coba besar selama Ramadan ini. Sebagai klub yang sangat bergantung dengan pemasukan tiket laga kandang, Super Elang Jawa (Super Elja)- julukan PSS Sleman memang sangat berharap dapat menyelenggarakan laga uji coba menghadapi tim sepadan di markas mereka Maguwoharjo International Stadium (MIS).
Tapi karena situasi yang dianggap rawan pasca pilpres 2014, pihak kepolisian enggan mengeluarkan izin pertandingan.
Seperti yang terjadi di bulan lalu, PSS tidak memiliki kas yang cukup akibat gagalnya laga kontra PSMP Mojokerto Putra mendatangkan animo penonton besar. Jika ada pertandingan saja PSS kesulitan membayar gai, apalagi jika laga tidak ada. Untungnya bulan lalu dewan direksi PT Putra Sleman Sembada (PT PSS) sepakat untuk memberikan dana talangan pribadi sehingga Anang Hado dkk tetap gajian meskipun telat satu pekan.
Saat dimintai keterangan soal ini, Direktur PT Putra Sleman Sembada (PT PSS) Supardjiono mengakui tidak ada adanya laga uji coba membuat dawn direksi sedikit pusing. Sebab sampai sekarang memang belum ada sumber pemasukan signifikan lain selain tiket laga home. “Namun saya berharap seandainta benar-benar yak ada laga uji coba solusi soal gaji dapat ditemukan dengan segera,” paparnya.
Supardjiono memastikan pihaknya tengah mengusahakan agar uji Ramadan tetap ada. Untuk itu PT PSS beserta manajemen tetap melakukan langkah persuasif agar pihak kepolisian mau menerbitkan izin pertandingan. Seharusnya PSS sudah menjalani pertandingan kontra PSIS Semarang di MIS Sabtu (12/7) lalu. Tapi karena izin laga tidak turun panpel PSS pun membatalkan pertandingan tersebut. Pdahal mereka sudah mencetak tiket yang telah disiapkan untuk dijual di ticket box. “Pokoknya kami kubu PSS akan tetap berusaha semaksimal mungkin agar pertandingan uji coba Ramadan tetap berlangsung setidaknya satu kali,” jelasnya.
Asisten pelatih PSS Edy Broto menyesalkan batalnya rangkaian uji coba Ramadan. Sebab kata Edy uji coba dengan tim selevel sudah menjadi program yang telah ditetapkan bersama-sama oleh tim kepelatihan. Dengan adanya tantangan dari tim selevel otomatis PSS bakal mendapatkan tekanan sesungguhnya. Berbeda dengan tim amatir Sleman yang di atas kertas dengan mudah bisa ditekuk tim asuhannya. “Dengan laga uji coba besar anak-anak kan bakal mendapatkan tekanan yang diinginkan,” jelasnya.
Untuk itu PSS sepertinya hanya bakal mengandalkan rangkaian roadshow ke lapangan-lapangan kampun yang ada di Kabupaten Sleman. Menyelenggarakan uji coba usai Idul Fitri bukanlah solusi cerdas sebab pemain bisa mengalami cedera sebelum PSS berhadapan dengan PSIM dalam pertandingan bertajuk Derby d’ Jogjakarta 8 Agustus mendatang. (nes/din)