SLEMAN – Pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo dan Jusuf Kalla menang dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2014 di wilayah Sleman. Kandidat yang diusung PDIP, NasDem, PKB, dan PKPI itu unggul atas pasangan nomor urut 1 Prabowo Subianto – Hatta Rajasa di 13 kecamatan, dari total 17 kecamatan se-Sleman.Itu berdasarkan rekapitulasi penghitungan suara oleh KPUD kemarin (16/7). Meskipun menang, bukan otomatis membuat kubu Jokowi-JK langsung puas. Sebelum penghitungan suara dimulai, tim pemenangan capres-cawapres nomor urut 2 itu mengajukan nota keberatan atas penyelenggaraan pilpres di beberapa kecamatan. Di antaranya, di TPS 21 Desa Margorejo, Tempel, saksi pasangan Jokowi-JK tidak mendapat formulir C1 asli yang ditandatangani dan dicap basah oleh panitia. “Kami hanya memperoleh foto kopiannya,” ungkap Ketua DPC PDIP Sleman Rendradi Suprihandoko disela penghitungan suara yang digelar di Aula Bappeda Sleman.
Di Desa Donoharjo, Ngaglik, saksi PDIP hanya mendapatkan salinan dokumen tanpa stempel basah dari PPS. Ironisnya, hasil investigasi tim pemenangan Jokowi-JK juga menemukan keanehan dan kejanggalan data C1 yang di-upload di website resmi KPUD Sleman.Terkait hal tersebut, Ketua KPU Kabupaten Sleman Ahmad Shidqi menyatakan, formulir C1 yang dijadikan acuan dalam proses penghitungan suara adalah hasil verifikasi pada sidang di setiap PPS. “Bukan data yang di-upload,” katanya.Kendati begitu, Rendradi mengaku bersyukur kandidat yang didukung memperoleh kemenangan dengan suara signifikan. Rendradi mengklaim, kemenangan Jokowi-JK di Sleman persis penghitungan real count yang dilakukan tim pemenangan dari PDIP. “Kami menang 53,98 persen (53,99 versi KPU Kabupetan Sleman). Jokowi-JK hanya kalah di 4 kecamatan,” ujarnya.
Atas hasil tersebut, Rendradi menagih komitmen semua pihak. Khususnya para tim pemenangan capres-cawapres nomor urut 1 dan 2, untuk menjaga situasi Sleman tetap kondusif. Rendradi menegaskan pentingnya slogan “Sing menang ora umuk, sing kalah ojo ngamuk”.Menurut Rendradi, upaya itu harus diawali oleh para elit politik. Demi menciptakan rasa aman dan ketenangan masyarakat. Ketua DPC Partai Gerindra R Sukaptono mengaku legowo atas kemenangan Jokowi-JK di Sleman. Politikus asal Turi itu membenarkan semua hasil rekapitulasi yang disampaikan KPU Sleman, sesuai data yang disampaikan para saksi dari tingkat TPS sampai kabupaten . “Kami sudah kerja maksimal. Apapun hasilnya kami terima,” ungkapnya.
Namun, untuk hasil akhir, Sukaptono mengingatkan para tim pemenangan agar tetap menunggu hasil final penghitungan suara oleh KPU pusat pada 22 Juli. “Yang penting kami tetap berupaya menjaga situasi kondusif di Sleman,” lanjut Sukaptono yang menjabat anggota DPRD Sleman ini.(yog/din)