EKSISTENSI Bambosa di Jogja dibuktikan dengan mengisi di beberapa even. Mulai dari acara ospek kampus sampai pagelaran seni dan budaya lainnya. Bagi Bambosa sendiri, salah satu prestasi membanggakan bisa tampil pada even Indonesia Handicraft and Culture di Penang, Malaysia dan Asian Jazz Festival Universitas Kebangsaan Malaysia. “Kita bisa menampilkan kesenian asli Indonesia. Termasuk berbagi pengalaman dengan peserta dari negara lain,” kata Koordinator Bambosa Asep Zery Kusmaya yang akrab disapa Jerry ini.
Pada kesempatan itu, Bambosa membawa personil lainnya. Selain Jerry dan Singgih, ada anggota lainnya yang berasal dari kampus ISI Jogjakarta. Yakni Khasamira, Hamdhani, Prima Dana Afandi, Osi Darma dan Recky Rashiami Sudiar. Mereka tergabung dalam even Indonesia Handicraft and Culture.Dalam even yang diikuti di negeri jiran itu, Bambosa memainkan lagu-lagu daerah dengan angklung yang dikolaborasikan dengan alat musik modern. Even tersebut selain diikuti tuan rumah Malaysia, juga negara-negara Asia lainnya seperti Vietnam, Thailand, Filipina.
“Cukup membanggakan bisa bermain di negeri tetangga. Apalagi membawa kesenian tradisional Indonesia,” timpal Recky yang ikut tampil di Malaysia.Kedepannya, Bambosa memiliki impian bisa bermain di negara-negara Eropa. Dengan kemampuan bermusiknya, serta relasi yang terbangun bukan tidak mungkin impian itu bisa terwujud. “Sekaligus mengkampanyekan kesenian asli Indonesia,” tandasnya. (fid/ila)